Anggota ISIS dari Universitas Qassim, Arab Saudi,

Baghdad, LiputanIslam.com –  Arab Saudi bisa jadi merupakan sekutu kunci Amerika Serikat (AS) di Timteng, tapi bisa jadi kerajaan kaya minyak juga merupakan negara terdepan dalam menyuplai kelompok teroris ISIS di Irak. Demikian dilaporkan Fox News, Rabu (8/3/2017), berdasarkan data dan keterangan sumber-sumber Irak.

“Kehadiran Saudi dalam ISIS sangat besar….   Orang Saudi menjadi banyak pelaku bom bunuh diri, sebagaimana mereka memang memiliki bidang kerja radikalisasi yang terpasang dalam pikiran mereka dari para syeikh radikal di Saudi. Dan kami telah menangkap para komandan penting ISIS,” ungkap seorang pejabat tinggi intelijen kontra-terorisme Irak kepada Fox News.

Menurut para pejabat intelijen, warga negara Saudi menempati 30 persen kombatan ISIS yang tinggal di Irak. Mereka berdatangan ke Negeri 1001 Malam ini dalam tiga tahun terakhir melalui perbatasan Turki serta melalui dua kota berbatasan Abu Kamal dan Rabia yang dulu pernah dikenal sebagai basis jaringan teroris al-Qaeda.

Sumber intelijen Irak lain menyatakan  Saudi merupakan kontingen terbesar kombatan ISIS dan berada di atas posisi kontingen Chechnya, Rusia.

Menurut Fox News, banyak foto dan dokumen yang diambil dari tempat-tempat persembunyian ISIS dan dari para teroris yang tewas memperlihatkan kartu-kartu identitas dan kredit para petempur ISIS asal Arab Saudi.

Dilaporkan bahwa salah satu petempur ISIS berasal dari Universitas Qassim, Arab Saudi, yang didirikan pada tahun 2004 oleh Universitas King Saud dan Universitas Islam Imam Muhammad Ibn Saudi.

Ketika pasukan Irak berhasil mengusir ISIS dari markasnya di Fallujah tahun lalu, sebuah buku karya pendiri gerakan Wahhabi, Muhammad bin Abdul Wahhab, telah ditemukan di antara barang-barang pribadi para “jihadis”.

Fox News kemudian menyebutkan bahwa citra Arab Saudi yang sudah sedemikian kental dengan terorisme ini membangkitkan pertanyaan mengapa AS masih menjadikan Saudi sebagai sekutu dekat.

Menurut Fox News, banyak pakar kebijakan luar negeri memandang Saudi sebagai sponsor terbesar ekstrimisme Islam di dunia, tapi Kemlu AS justru masih saja menyebut Saudi “mitra kuat dalam upaya keamanan dan kontra-terorisme regional, yang menyediakan kerjasama militer, diplomatik, dan kerjasama keuangan . ” (mm/foxnews)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL