Navy SEALsNewYorkCity,, LiputanIslam.com – Sebuah film dokumenter menghebohkan dengan judul “Sang Pembunuh Osama Bin Laden” (The Man Who Killed Osama Bin Laden) akan ditayangkan di Amerika Serikat (AS) pada tanggal 11-12 November mendatang. Demikian dilaporkan oleh Fox News, Kamis (30/10)..

Disebutkan bahwa dalam film yang terdiri atas dua bagian itu antara lain memuat wawancara dengan tentara yang menjelaskan detik-detik peristiwa yang bermuara pada kematian milyarder berdarah Arab Saudi yang menjadi pemimpin jaringan teroris internasional al-Qaeda tersebut.

Dalam film itu juga diperlihatkan proses penguburan mayat Bin Laden yang dilakukan secara diam-diam serta acara penyerahan seragam Sang Pembunuh kepada Musium Tragedi 11 September, New York City.

Berita kematian Bin Laden di tangan pasukan khusus AS Navy SEAL di Abbotabad, Pakistan, diumumkan oleh pemerintah Washington pada tanggal 2 Mei 2011. Beberapa media kemudian menyatakan bahwa pemerintah AS berusaha menyembunyikan berkas-berkas mengenai tentara AS yang diduga telah menghabisi nyawa Bin Laden.

Sampai sekarang militer AS masih merahasiakan identitas tentara yang sudah pensiun tak lama setelah peristiwa pembunuhan Bin Laden itu. Tidak adanya transpransi mengenai kematian Bin Laden itu sempat menimbulkan keraguan khalayak luas terhadap berita yang diumumkan Washington tersebut.

Tahun lalu, seorang anggota pasukan khusus AS sempat diwawancara oleh majalah Esquire, namun identitas tentara itu tetap dirahasiakan dan hanya dijuluki “The Shooter” (Sang Penembak). Dalam wawancara Februari 2013 itu Sang Penembak mengaku prihatin karena diketahui menolak bertemu dengan keluarga korban Tragedi 11 September AS demi menjaga kerahasiaan jatidirinya.

Tragedi besar itu sampai sekarang masih misterius. Banyak kalangan tidak percaya tragedi itu merupakan ulah kelompok Osama bin Laden.
Jurnalis AS James Henry Fetzer, misalnya, dalam wawancara dengan PressTV bulan lalu mengatakan Bin Laden tidak terlibat dalam serangan dahsyat yang meluluh lantakkan Menara Kembar WTC dan menewaskan sekitar 3,000 orang di New York City pada tahun 2001 tersebut.

Pakar teori konspirasi dan editor Veterans Today itu berpendapat bahwa Tragedi 11 September adalah “peristiwa buatan” yang dilakukan secara terselubung oleh kalangan neokonservatif di Pentagon bekerjasama dengan dinas rahasia AS dan Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL