Beirut, LiputanIslam.com –  Situs harian Israel Yedioth Ahronoth (YA), Minggu (30/7/2017), memuat laporan mengenai sebuah foto yang beredar secara viral di media sosial mengenai pesan keras para pejuang Hizbullah Lebanon terhadap Rezim Zionis Israel.

YA menyebutkan bahwa pesan itu merupakan ancaman nyata dan tegas di mana Hizbullah menyatakan siap menyerbu dan membebaskan kawasan Galilee (al-Jalil) yang terletak di bagian utara Israel alias wilayah pendudukan Palestina tahun 1948.

Dalam foto itu terlihat seorang pejuang Hizbullah yang bagian kepalanya tidak terpotret dan berada di ruang terbuka di kawasan kelompok ini berlaga melawan kelompok teroris Jabhat al-Nusra di Lebanon timur menunjukkan sebuah pesan  berbahasa Arab yang ditujukan kepada juru bicara Pasukan Pertahanan Israel , Avichai Adrae.

“Avichai Adrae, kami berlatih dengan (memerangi) Jabhat al-Nusra sebagai persiapan untuk menyerbu Galilee,” bunyi pesan itu.

YA menilai pesan ini sebagai ancaman secara tegas dan terbuka dari Hizbullah terhadap Rezim Zionis Israel.

Menurut YA, foto ini menjadi viral di media sosial warga Lebanon sehingga juga dimuat oleh beberapa surat kabar Lebanon yang menyebutkan bahwa foto itu diambil di kawasan antara Arsal, Lebanon, dan Qalamoun, Suriah, yaitu kawasan di mana Hizbullah telah berperang selama beberapa hari dan berhasil mengalahkan lawannya, Jabhat al-Nusra, cabang jaringan teroris al-Qaeda.

Sementara itu, pejabat wilayah Arsal Rima Karanbi kepada lembaga pemberitaan Ria Novosti milik Rusia menyatakan sebanyak 200 anggota Jabhat al-Nusra, termasuk Abu Malik al-Tali, akan angkat kaki meninggalkan wilayah ini tanpa pertempuran sesuai kesepakatan gencatan senjata kelompok ini dengan Hizbullah.

“Saya tidak memiliki keterangan detail, tapi dapat dikatakan bahwa dewasa ini telah dicapai kesepakatan tersendiri, dan saya mendapat informasi bahwa mereka (Jabhat al-Nusra) telah mengemas perlengkapan mereka di Wadi Hamid (daerah kamp pengungsu Suriah). Sesuai kesepakatan ini, semua kawasan bersenjata harus beranjak meninggalkan daerah pegunungan Arsal,” papar Karanbi.

Sebelumnya pihak Hizbullah menyatakan bahwa kesepakatan itu juga menegaskan keharusan Jabhat al-Nusra melepaskan lima orang tawanan Hizbullah dan meninggalkan Lebanon menuju provinsi Aleppo, Suriah.

Menurut al-Alam, dalam pertempuran enam hari Hizbullah berhasil membebaskan kawasan pegunungan Arsal seluas 90 kilometer persegi dan mengusir kawanan teroris dari sana. Selain itu, tentara Suriah dan sekutunya berhasil menguasai penuh kawasan Falita, Suriah, di daerah pegunungan yang bersebelahan dengan Arsal.

Arsal merupakan kawasan yang paling rawan konflik di wilayah perbatasan Lebanon-Suriah dan digunakan oleh para teroris untuk menyelundupkan senjata ke Suriah.

Di situ mereka merasa aman dari serangan tentara Lebanon karena dapat membaur dengan para pengungsi Suriah di kamp-kamp pengungsi, dan tempat pengungsian ini mereka merencanakan serangan teror di wilayah Lebanon serta merekrut anggota baru. Belakangan mereka digempur oleh Hizbullah hingga terkepung total lalu menyerah untuk meninggalkan kawasan ini melalui mediasi pihak lain.  (mm/quds/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL