Ramallah, LiputanIslam.com –  Gerakan Fatah yang dipimpin ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas, Selasa (26/12/2017), menyerukan pemutusan hubungan dunia Islam dengan negara-negara yang akan memindah Kedubes masing-masing untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds (Yerussalem).

Jubir Fatah Jamal Nazzal dalam siaran persnya menyerukan kepada negara-negara Arab dan Israel agar “bereaksi terhadap negara-negara yang mengubah sikapnya terhadap Al-Quds dalam bentuk pengakuan atasnya sebagai ibu kota Israel, atau memindah kedubesnya ke Al-Quds dengan reaksi yang membuat mereka kehilangan semua kepentingan dan hubungannya dengan Arab dan Muslimin.”

Menanggapi rencana negara Guatemala memindah kedubesnya ke Al-Quds yang praktis mengakui kota ini sebagai ibu kota Israel, Nazzal menegaskan, “Negara-negara Arab hendaknya membuat pihak yang lancang terhadap ranah peradaban dan hak politik kami membayar harga mahal.”

Dia menambahkan, “Kita harus menempatkan Al-Quds sebagai masalah kehormatan yang tak dapat diabaikan atau berkompromi dengan pihak yang melancanginya. Adanya godaan dan tekanan yang dialami oleh negara tertentu untuk mengubah kebijakannya terhadap Al-Quds membuat Arab dan Muslim berhak mencampakkan dan menindak negara manapun yang menistakan mereka.”

Nazzal mengingatkan “pentingnya menggunakan uang, harta, dan kekayaan Arab dan Islam untuk mengeringkan kesempatan bagi orang yang meremehkan kebudayaan dan kehormatan Arab dan umat Islam.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL