Azzam Al-Ahmad

Ramallah, LiputanIslam.com –  Pejabat faksi Fatah yang bertanggungjawab di bidang rekonsilasi Palestina, Azzam Al-Ahmad, menuding Hamas berusaha mempersulit pelaksanaan pasal-pasal rekonsiliasi nasional yang telah disekapati oleh keduanya di Kairo, Mesir, belum lama ini.

“Hamas tidak konsisten pada perjanjian yang telah ditekennya di Kairo mengenai penyelesaian perpecahan, sampai sekarang kendala dari Hamas masih ada dan bahkan bertambah. Hamas sampai sekarang belum memungkinkan pemerintah menerima tanggungjawabnya secara menyeluruh di Jalur Gaza,” ungkap Azzam, seperti dilansir AFP.

Di tengah kontroversi antara Fatah dan Hamas ini, Hamas menyerukan kepada semua faksi Palestina supaya mengadakan pertemuan yang melibatkan Mesir selaku fasilitator rekonsiliasi Palestina. Hamas meminta Mesir mengirim delegasi keamanan. Hamas berharap pertemuan ini dapat meredam kontroversi ini agar tidak sampai menggagalkan kesepakatan rekonsiliasi Palestina sebagaimana kesepakatan-kepakatan antarfaksi Palestina sebelumnya yang semuanya berujung kandas.

Kantor berita Palestina, Maan, melaporkan bahwa Ketua Otoritas Palestina Mahmoud Abbas telah mengeluarkan instruksi yang melarang semua pihak membuat pernyataan-pernyataan mengenai rekonsiliasi nasional.

Sesuai kesepakatan rekonsiliasi yang dicapai di Kairo 12 Oktober lalu, Hamas pada 1 Desember 2017harus menyerahkan Jalur Gaza kepada otoritas nasional Palestina yang bermarkas di Ramallah, Tepi Barat.

Para saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa para pegawai setempat di beberapa kementerian, yaitu,  kehakiman, wakaf, keuangan, kesehatan, dan pendidikan masih tidak diperbolehkan kembali ke kantor masing-masing.

Seperti diketahui, mereka sudah lama diminta mogok dan tidak mendatangi kantor-kantor itu oleh otoritas Palestina setelah Hamas menguasai Jalur Gaza pada tahun 2007.

Jubir otoritas Palestina di Gaza, Yusuf Al-Mahmoud, mengatakan bahwa Hamas melarang Menteri Kehakiman setempat Hossein Al-Araj yang berafiliasi dengan  otoritas Palestina masuk ke dalam perpustakaan di kantor kementeriannya di kota Gaza. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL