palestina brigade al-qassamGazaCity, LiputanIslam.com – Berbagai sayap militer kelompok-kelompok pejuang Palestina mengecam keputusan pengadilan Mesir memasukkan sayap bersenjata Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Brigade Ezzedin al-Qassam, ke dalam daftar teroris. Padahal, ungkap mereka, Brigade al-Qassam dan faksi-faksi pejuang Palestina adalah “formula yang sulit dicari dalam perlawanan terhadap pendudukan Israel.”

Sebagaimana dilaporkan Alalam, dalam jumpa pers di kota Gaza, hal tersebut dinyatakan oleh dua orang yang mewakiliki kelompok-kelompok muqawamah (perlawanan) Palestina itu.

“Kami menolak keputusan pengadilan Mesir melarang dan menganggap Brigade al-Qassam sebagai kelompok teroris. Keputusan ini merupakan tikaman dari belakang terhadap muqawamah, “ ungkap mereka sembari menegaskan bahwa perjuangan menuju al-Quds (Baitul Maqdis/Jerussalem) dan Masjid al-Aqsa akan terus berlanjut hingga pembebasan Palestina dari cengkraman kaum Zionis.

Kubu muqawamah Palestina juga memastikan bahwa keputusan pengadilan Mesir sama sekali tidak merepresentasikan aspirasi rakyat Mesir.

Lebih jauh mereka menegaskan kubu muqamah tidak pernah mencampuri urusan internal Mesir maupun negara-negara Arab lainnya.

“Terorisme yang seharusnya dibidik oleh pengadilan Mesir adalah terorisme yang dipraktikkan oleh rezim pendudukan, Israel,” tegas mereka.

Kelompok-kelompok pejuang Palestina kemudian mengingatkan bahwa keputusan pengadilan Mesir itu tak ubahnya dengan bingkisan hadiah bagi pihak musuh, Israel.

Di bagian akhir, mereka menyerukan aksi unjuk rasa pada Jumat (6/2/2015) untuk memrotes keputusan pengadilan Mesir tersebut.
Untuk diketahui, Pengadilan Darurat Kairo pada 31 Januari lalu mengeluarkan keputusan untuk mencatat Brigade al-Qassam dalam daftar kelompok teroris dengan dakwaan bahwa sayap militer Hamas ini terlibat dalam berbagai operasi teror di Mesir.

Pihak pengadilan menyatakan bahwa Brigade al-Qassam telah menggunakan terowongan-terowongan di wilayah perbatasan untuk menyelundupkan senjata bagi operasi teror terhadap tentara, polisi dan warga sipil Mesir demi mengacaukan keamanan dan stabilitas Mesir. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh Hamas. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL