.

Baghdad, LiputanIslam.com –  Sekjen Gerakan al-Nujaba, Akram al-Kaabi, Jumat (26/5/2017), memastikan tentara Amerika Serikat (AS) tidak akan datang dan bercampur tangan lagi di Irak.

“Jika mereka kembali ke Irak maka kami akan bangkit menghinakan mereka sebagai sebagaimana telah kami lakukan dulu dengan cara memaksa mereka meneken kesepakatan penarikan pasukan,” tegasnya ketika melakukan inspeksi pasukan al-Nujaba, salah satu komponen pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi, di daerah Qirvan.

Dia menambahkan, “Faksi-faksi  muqawamah (resistensi) Islam dan al-Hashd al-Shaabi telah mencetak kemenangan-kemenangan besar sejak memulai operasinya untuk pembebasan berbagai kawasan Irak dari pendudukan ISIS.”

Dia menjelaskan bahwa tiga tahun silam pasukan relawan berjuang di sekitar Baghdad, namun sekarang berada di Mosul.

“Kami telah bergerak maju sejauh 500 kilometer, meskipun banyak pihak yang terkait dengan agenda-agenda asing dan pasukan imperialis menuding al-Hashd al-Shaabi memburu kepentingan sektarian. Kepentingan apa yang dicari al-Hashd al-Shabi dalam pembebasan kawasan-kawasan yang jauh ini?” ujarnya.

Menyinggung Presiden AS Donald Trump dia mengatakan, “Trump telah menobatkan dirinya seolah pemimpin Islam, padahal dia bermaksud menjalankan rencana imperialistiknya.”

Dia melanjutkan, “AS tidak akan melibatkan diri lagi dalam campurtangan militer di Irak setelah mengenyam pahitnya kehinaan di tangan para pejuang muqawamah Islam. Jika mereka kembali ke Irak dengan melakukan pendudukan militer baru maka kami kembali menghinakan mereka.”

Dia juga mengatakan bahwa keterbebasan daerah Qirvan merupakan bukti kehancuran ISIS di provinsi Nineveh, sementara pasukan relawan, termasuk Gerakan al-Nujaba, terus menggelar operasi militer menuju perbatasan Suriah.

Senada dengan ini, Sekjen Organisasi Badar yang juga merupakan salah satu komponen al-Hashd al-Shaabi menegaskan bahwa operasi militer pasukan relawan ini tidak akan berhenti di Qirvan dan al-Ba’aj, melainkan akan terus bergerak maju menuju perbatasan Irak-Suriah.

Sementara, al-Alam dalam berita segeranya Jumat malam menyebutkan bahwa sebanyak 47 teroris tewas dan empat mobil mereka hancur dihantam serangan udara Irak yang mendukung operasi pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi di dua kawasan al-Ba’aj dan Qirvan. (mm/alsumarianews/mayadeen/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL