Ankara, LiputanIslam.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan kepada masyarakat dunia agar mencarikan solusi secepatnya untuk perang saudara di Yaman.

Dengan menggunakan bahasa Arab di halaman Twitternya, Ahad (2/12/2018), dia menyatakan bahwa situasi di Yaman memburuk hingga tahap yang “melukai bukan hanya hati Muslimin, melainkan juga kemanusiaan secara keseluruhan.”

Dia menuliskan, “Kita harus secepatnya meringankan penderitaan rakyat teraniaya Yaman yang  terlantar untuk menentukan nasib sendiri karena hidup di sebuah kawasan geografis yang tidak memiliki kekayaan minyak.”

Cuitan Erdogan ini mengemuka setelah ada upaya-upaya internasional untuk penyelenggaraan perundingan damai di Swedia yang diperkirakan akan diselenggarakan pada pekan mendatang demi meredakan apa yang disebut oleh PBB sebagai “krisis kemanusiaan terburuk di dunia.”

Perundingan ini akan mempertemukan delegasi dua pihak yang bertikai, yaitu kubu mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang dibantu secara militer oleh Arab Saudi dan sekutunya di satu pihak dan kubu Ansarullah (Houthi) yang mendapat dukungan politik dari Iran di pihak lain.

Beberapa media Barat menyebutkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutunya di Eropa telah mengambil keputusan untuk menekan Riyadh agar mengentikan invasi militernya terhadap Yaman yang dilakukan dengan dalih berusaha memulihkan pemerintahan Mansour Hadi.

Belakangan ini AS dilaporkan telah memutuskan untuk menunda voting untuk draf resolusi yang diajukan Inggris kepada Dewan Keamanan PBB. Draf ini bertujuan menghentikan perang di Pelabuhan Hudaydah di bagian barat Yaman dan memulai lagi pengiriman bantuan kemanusiaan ke semua wilayah negara ini. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*