Ankara, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan pihaknya akan bekerjasama dengan Rusia dan Iran mengenai situasi di provinsi Idlib, Suriah.

“Kami berunding dengan Amerika Serikat (AS) mengenai mekanisme pembersihan Manbij (Suriah utara), dan akan bekerjasama dengan Rusia dan Iran di Idlib untuk mencegah adanya tragedi seperti yang terjadi di Aleppo,” ujarnya dalam pidato menyambut peringatan ke-96 “Hari Raya Kemenangan” di Ankara, ibu kota Turki, Kamis (30/8/2018).

Tanpa menjelaskan lebih jauh mengenai kerjasama itu dia kemudian berbicara mengenai tekanan yang sedang menimpa Turki dari negara-negara Barat.

“Seperempat abad lalu mereka (Barat) dapat menjerumuskan ekonomi kita ke dalam krisis dengan menggunakan (dana) beberapa miliar, tapi sekarang meskipun kita mendapat serangan berkali lipat daripada sebelumnya ekonomi kita tidak mengalami suatu keruntuhan,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa Turki tetap melenggang di jalannya meskipun setiap hari mendapat komentar-komentar kontra dan “provokatif.”

“Kita adalah bangsa yang dikenal sebagai pencetak kemenangan di medan-medan laga, bukan hanya di atas meja… Karena itu sekarang kita katakan pada setiap kesempatan bahwa kita harus eksis, menjadi kuat, dan sukses.  Demikianlah urusan kita di jalur lintasan teroris yang hendak dibentuk di sepanjang perbatasan kita dengan Suriah,” tegasnya.

Belakangan ini Turki mendapat serangan ekonomi dari negara-negara kuat, terlebih AS, hingga menyebabkan fluktuasi mata uang negara ini, Lira. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*