erdogan-di-pakistanIslamabad, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku memiliki bukti-bukti kuat bahwa Barat menyokong kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dalam pernyataannya usai pertemuan dengan dengan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif di Islamabad, ibu kota Pakistan, Kamis (17/11/2016) Erdogan memastikan bahwa organisasi-organisasi teroris seperti al-Qaeda dan ISIS digunakan sebagai alat untuk memerangi Islam.

“Kami terlibat dalam perang besar melawan ISIS di Turki, sebagaimana kami melanjutkan perang ini di dalam wilayah Suriah dan Irak,” katanya.

Bukan rahasia lagi semua atau sebagian besar teroris asing yang masuk ke Suriah datang melalui wilayah Turki sendiri, sebagaimana juga diketahui semua orang bahwa Turki setidaknya menyokong, melatih dan mempersenjatai kelompok-kelompok pemberontak Suriah.

Dalam pernyataan lain di parlemen Pakistan Erdogan mengatakan, “Kami bertekad memerangi ISIS dan melanjutkan perang ini. Tak ada kaitan antara ISIS dan Islam, dan tak ada yang lebih merugikan Islam daripada ISIS. Agama kita tidak memberikan hak kepada siapapun untuk membunuh orang.”

Dia menyoal, “Siapa yang berpihak kepada mereka (ISIS)? Yang berpihak kepada mereka adalah Barat. Kami telah membuktikan bahwa di tangan mereka terdapat senjata-senjata buatan Barat. Segala sesuatu di arahkan terhadap Islam.”

Sejak awal banyak orang menyebut ISIS sebagai kelompok teroris buatan Amerika Serikat – Zionis.  Kelompok teroris paling brutal dan kejam ini juga menganut faham Salafi/Wahabi yang sangat kaku serta dianut dan disebar luaskan oleh negara-negara Arab Teluk Persia, terutama Arab Saudi.

Dalam kunjungannya ke Pakistan, Erdogan juga menyatakan berterima kasih atas kesediaan Pakistan menutup semua lembaga dan yayasan yang terkait dengan agamawan Turki Fethullah Gulen yang dituding Ankara sebagai otak aksi kudeta gagal di Turki 15 Juli lalu.

Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik kemarin menyatakan sebanyak 20,088 orang telah dipecat keanggotaannya dalam angkatan bersenjata negara ini karena dianggap terkait dengan gerakan Fethulleh Gulen. (mm/rt/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL