NewYork, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya pada sidang ke-73  Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (25/9/2018), menegaskan bahwa sudah tiba saatnya sekarang untuk dilakukan reformasi secara menyeluruh dalam konstruksi dan mekanisme kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Erdogan mengingatkan bahwa Dewan Keamanan PBB telah “tertutup oleh sosok yang melayani kepentingan lima negara anggota tetap pemegang hak veto, dan masih memudahkan bagi kezaliman.”

Dia berseru, “Kami mengajak untuk menjadikan PBB sebagai juru bicara resmi bagi aspirasi keadilan dan kemanusiaan serta penerapannya pada realitas.”

Menurut Erdogan, dalam 73 tahun terakhir PBB telah mencetak “berbagai prestasi yang tak dapat diremehkan, namun seiring perjalanan waktu keterjauhannya dari harapan kemanusiaan akan perdamaian dan kesejahteraan merupakan satu fakta lain.”

Dia menyebutkan bahwa “aset 62 orang terkaya di dunia sekarang setara dengan aset separuh penduduknya, yakni 3.6 miliar jiwa, dan ini menunjukkan adanya masalah.”

Mengenai Palestina dia menegaskan negaranya akan terus berpihak kepada bangsa Palestina dan membela status sejarah dan hukum kota Al-Quds (Yerussalem).

Menyindir AS, Erdogan mengatakan bahwa pihak yang bungkam di depan kezaliman yang menimpa bangsa Palestina serta tindakan pihak itu untuk mengikis bantuan “tidak akan menambah apapun kecuali nyali orang-orang yang zalim.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*