Ankara, LiputanIslam.com –   Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada menyerukan “zona aman” di perbatasan Suriah “dalam beberapa bulan”, sembari menegaskan bawa jika tidak demikian maka Ankara “akan dapat melakukannya sendiri.”

“Kami berharap bahwa janji zona aman untuk melindungi perbatasan kami dari teroris akan dihormati dalam beberapa bulan, atau kami akan mengurus diri sendiri,” kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan  televisi Turki, Jumat (25/1/2019).

“Kesabaran memiliki batas dan kami tidak akan menunggu tanpa batas waktu untuk pemenuhan janji ini,” imbuhnya.

Pada pertengahan Januari lalu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan pengadaan “zona aman di sepanjang perbatasan dengan Suriah,” sebuah gagasan yang didukung oleh otoritas Turki yang segera mengaku siap melaksanakan proyek demikian.

Turki menilai gagasan itu akan memenuhi kebutuhan menjauhkan perbatasannya dari milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) yang dianggapnya sebagai kelompok teroris” dan dari kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Di pihak lain, YPG yang bersekutu dengan AS dan menguasai sebagian besar wilayah Suriah utara menolak usulan tersebut.

Sementara itu, Rusia yang merupakan salah satu aktor utama dalam konflik Suriah menyerukan pemulihan kekuasaan pemerintah Suriah atas daerah-daerah tersebut setelah AS mengumumkan rencana penarikan pasukannya dari Suriah.

Dalam percakapan telepon pada Ahad lalu Trump dan Erdogan sepakat untuk mempercepat pembicaraan yang sedang berlangsung antara para jenderal kedua negara yang terlibat dalam proyek tersebut. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*