Ankara, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa pihaknya tidak mungkin menerima bahasa intimidasi yang digunakan oleh para otak “evangelis Zionis” di Amerika Serikat, dan bahwa Turki juga tidak bermasalah dengan umat agama minoritas di Turki.

“Kami akan terus melangkah di jalan keyakinan kami, tanpa ada sedikitpun mengabaikan kebebasan dan kemerdekaan kita serta independensi keputusan kami,” ujarnya, Rabu (1/8/2018).

Pada Kamis lalu Presiden AS Donald Trump di halaman Twitter-nya mencuit; “AS akan memulai penerapan saksi luas terhadap Turki karena otoritas Turki telah menyeret Pastur Andrew Brunson asal AS ke pengadilan dengan dakwaan telah melakukan kegiatan mata-mata dan menyokong teroris.”

Trump menambahkan, “Karena adanya penahanan yang lama atas seorang Kristen yang mulia dan ayah bagi sebuah keluarga, Pastur Andrew Brunson, maka pria beriman ini harus segera dibebaskan.”

Pengadilan Turki pada Rabu pekan lalu menetapkan status tahanan rumah sebagai ganti penjara atas Brunson yang diadili dengan dakwaan “melakukan kegiatan mata-mata serta melakukan berbagai tindak kejahatan demi kepentingan kelompo Fethullah Gulen dan Partai Pekerja Kurdi (PKK).”

Brunson dicokok aparat Turki pada 9 Desember 2016 dan ditahan karena diduga telah melakukan kejahatan atas nama organisasi Gulen dan PKK. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*