Ankara, LiputanIslam.com –   Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengakut terkejut atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sementara.

“Saya terkejut dengan sikap Trump (terhadap situasi di Venezuela). Sangat penting untuk menghormati orang yang memenangi pemilihan umum. Kami menentang tindakan anti-demokrasi,” kata Erdogan pada konferensi pers di Ankara setelah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Malta Marie-Louise Coleiro Preca, Kamis (24/1/2019).

Pemimpin Turki itu mengaku berkeyakinan bahwa “rakyat Venezuela mendukung pemimpin yang mereka pilih (Nicolas Maduro)“.

Dia juga menegaskan, “Uni Eropa mengabaikan upaya kudeta di Turki pada Juli 2016”.

Pada 23 Januari lalu Juan Guaido mendeklarasikan dirinya bertindak sebagai presiden saat rapat umum oposisi di Caracas. Presiden petahana Venezuela Nicolas Maduro menyebut perkembangan ini sebagai upaya kudeta yang diselenggarakan oleh Washington. Dia kemudian mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan AS.

 

Negara-negara anggota Grup Lima, kecuali Meksiko, serta Albania, Georgia, AS, dan Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Beberapa negara Uni Eropa juga menyatakan mendukung parlemen Venezuela, dan berharap pemilihan umum akan diadakan untuk menyelesaikan krisis.

Rusia, Bolivia, Iran, Kuba, Nikaragua, dan Turki menyatakan dukungan mereka kepada Maduro. Belarus dan Cina menyerukan penyelesaian semua perselisihan secara damai, dan menentang campur tangan asing, sementara Sekjen PBB berbicara mendukung dialog untuk menemukan solusi bagi krisis. (mm/tass)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*