erdoganMoskow, LiputanIslam.com –  Wakil Menlu Rusia Mikhail Bogdanov , Rabu (30/11/2016), mengatakan bahwa pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengenai upayanya menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad bertentangan dengan kesepakatan-kesepakatan sebelumnya antara Rusia dan Turki.

“Ini bertentangan dengan semua kesepakatan, pertama, Resolusi 2254, Resolusi 2268 serta keputusan format Wina dan format Lausanne. Kami berpartisipasi rapat dengan Turki dalam format-format ini, ” katanya.

Sebelumnya, jubir kepresiden Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa pernyataan Erdogan mengenai al-Assad itu mengejutkan Rusia, dan Kremlin memandang pernyataan ini serius dan menyalahi pernyataan-pernyataan sebelumnya.

Kemlu Rusia menyatakan bahwa Menlu Rusia Sergei Lavrov dalam pembicaraannya di Turki pada hari ini, Kamis (1/12/2016), akan meminta klarifikasi mengenai pernyataan itu.

Sebagaimana dilansir kantor berita Turki, Anadolu, Selasa lalu Erdogan mengatakan bahwa operasi militer Turki di Suriah bersandi “Perisai Furat” ditujukan untuk mengakhiri pemerintahan Bashar al-Assad.

Pemerintah Iran juga mereaksi pernyataan Erdogan itu dengan menegaskan bahwa Teheran memiliki sikap yang sama dengan Moskow dalam masalah ini.

“Kami memiliki sikap yang sama, yakni Rusia dan Iran, mengenai sikap baru Erdogan yang berbeda dengan sikap dia nyatakan seminggu lalu,” ungkap Wakil Menlu Iran Ebrahim Rahimpour, Rabu.

Dia menambahkan, “Sikap kami (Iran dan Rusia) sama, dalam perundingan maupun di media. Kami meyakini keharusan berbicara sebagaimana disebutkan dalam perundingan, dan kami menasehati semua pihak.”

Pihak Suriah sendiri, Kemlu negara ini menegaskan bahwa pernyataan Erdogan itu menandai kebohongan Turki selama ini mengenai campurtangannya di Suriah.

“Pernyataan ini jelas menunjukkan bahwa agresi Turki ke wilayah Suriah tak lain adalah akibat ketamakan dan ilusi yang diasup oleh pikiran thaghut berfaham radikal Ikhwan (al-Muslimin) ini, yang membuat Turki berubah menjadi pangkalan kelompok-kelompok teroris yang memancar dari pikiran yang sama dan beraksi untuk mengacaukan ketentraman dan keamanan Suriah dan Irak serta bertanggungjawab atas penderitaan orang-orang yang tak berdosa dalam kejahatan-kejahatan yang mereka lakukan dengan dukungan pemerintah Turki,” bunyi statemen Kemlu Suriah. (mm/sputnik/alalam/sana)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL