Ankara, LiputanIslam.com –   Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa 20 orang tewas, lima di antaranya tentara Amerika Serikat (AS), dalam serangan bom di kota Manbij, Suriah utara, Rabu (16/1/2019).

Seorang pejabat AS sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa empat tentara AStewas dan tiga lainnya cedera akibat ledakan yang, menurut situs yang berafiliasi dengan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri. Dan ada pula mengatakan hanya dua tentara AS yang terbunuh.

“Informasi yang saya miliki adalah berita bahwa ada lima tentara AS yang tewas, dan total korban tewas 20 orang, “kata Erdogan dalam konferensi pers dengan presiden Kroasia di Ankara.

Menurut Reuters, serangan itu tampaknya paling mematikan bagi pasukan AS di Suriah sejak mereka dikerahkan di sana pada tahun 2015.

Erdogan mengaku tidak percaya serangan bom bunuh diri itu akan mempengaruhi keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menarik pasukannya dari Suriah.

“Sebab, saya melihat tekad Trump terhormat dalam hal ini,” katanya.

Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan bahwa AS akan bertempur untuk memastikan kekalahan ISIS, tapi juga menegaskan lagi rencana penarikan pasukan AS dari Suriah pasca serangan tersebut.

“Berkat kepemimpinan panglima tertinggi (Trump) ini dan keberanian serta pengorbanan angkatan bersenjata kami, kami sekarang benar-benar dapat mulai menyerahkan perang melawan ISIS di Suriah kepada mitra koalisi kami, dan kami akan membawa pasukan kami pulang, ” ungkapnya.

Namun dia menambahkan bahwa AS akan eksis di kawasan.

“Kita akan tetap tinggal d kawasan dan  berjuang untuk memastikan bahwa ISIS tidak menjulurkan lagi kepalanya yang buruk. Kita akan melindungi keuntungan yang telah diperoleh tentara dan mitra koalisi kami.”

Seperti diketahui, pada Desember 2019 Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa akan menarik semua tentara AS yang berjumlah total 2000 orang dari Suriah. (mm/reuters/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*