Ankara, LiputanIslam.com – Hubungan Turki dengan Amerika Serikat (AS) kian mengeruh terkait dengan serangan militer Turki terhadap milisi Kurdi kawasan  Afrin, Suriah utara.

Dalam perselisihan terbaru, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (6/2/2018), berjanji akan memperluas serangan militer Turki terhadap milisi Kurdi di Suriah dengan mengatakan wilayah yang dikuasai milisi Kurdi akan dikembalikan kepada “pemiliknya sah”.

Berbicara kepada anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang menguasai parlemen Turki, Erdogan berseru, “Mereka memberi tahu kami, ‘Jangan datang ke Manbij.’ Kami akan datang ke Manbij untuk menyerahkan wilayah ini kepada pemiliknya yang sah,” katanya. .

“Mereka” yang dimaksud Erdogan tak lain adalah AS yang telah memperingatkan Turki agar tidak menyerang milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) di Manbij, sebuah kota Arab yang sebagian besar wilayahnya berada di sisi barat Sungai Efrat yang dikuasai YPG dan sekutunya dengan bantuan koalisi internasional pimpinan AS pada Agustus 2016.

Turki bersikeras bahwa AS mengkhianati janjinya untuk menekan YPG keluar dari Manbij pasca pembebasan kota ini dari pendudukan kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dan karena itu Turki lantas mengaku berhak mengambil keputusan sendiri di sana.

Turki semakin gusar ketika seorang juru bicara mengkonfirmasi bahwa koalisi tersebut melatih pasukan perlindungan perbatasan yang ditarik dari YPG ke polisi perbatasan Suriah dengan Irak dan Turki.

Asisten Menlu AS Jonathan Cohen dalam kunjungannya ke Turki pada 23 Januari lalu mengingatkan kepada sejawatnya di Turki untuk tidak melakukan tindakan di Manbij dengan alasan bahwa hal itu antara lain akan merusak operasi koalisi yang sedang berlangsung melawan sisa-sisa ISIS yang bersembunyi di Lembah Sungai Efrat Tengah.  (mm/almonitor)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*