Ankara, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayip Erdogan menjelang kunjungannya ke Kirgizstan, Jumat (8/9/2017), mengatakan kepada wartawan bahwa hubungan negaranya dengan Iran sangat strategis dan erat. Dia menyayangkan buruknta kondisi kamp pengungsi warga Muslim Rohingya di Bangladesh.

“Banyak bagian dari kebutuhan gas alam dan minyak kami terpenuhi dari Iran, dan sensitivitas dalam hubungan bilateral ini sudah berulangkali kami katakan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) sekarang maupun sebelumnya,” ungkap Erdogan.

Dia menilai dakwaan yang diajukan AS terhadap sejumlah mantan pejabat politik dan perbankan Turki karena bekerjasama dengan Iran bermotif politik, dan mengatakan “tercium bau yang sangat busuk di balik tindakan AS ini.”

“Tindakan ini menunjukkan ketidak berdayaan pemerintah AS, dan hal ini sudah kami katakan kepada AS. AS bisa jadi memang negara besar, tapi berkeadilan adalah perkara lain, sebab untuk berkeadilan haruslah tegak keadilan dalam sistem hukum negara,” tuturnya.

Dia menilai berkas perkara mengenai pengusaha Turki Reza Zarrab dan dakwaan terhadap  mantan menteri ekonomi Turki  Mehmet Zafer Çağlayan sebagai sesuatu yang aneh dan tindakan yang sengaja dilakukan AS untuk menyudutkan Turki.

Dia juga berbicara mengenai kondisi warga Muslim Rohingya di Myanmar. Dia mengatakan bahwa delegasi Turki telah menjumpai warga Muslim Rohingya dan telah menyalurkan bantuan kepada  mereka.

Menurutnya, kondisi kamp pengungsi untuk mereka di Myanmar tidak memadai sehingga seandainya pemerintah Bangladesh berkenan menyerahkan pengelolaan lokasi di sana kepada Turki maka kondisi kamp pengungsi akan lebih baik.

Dia menjelaskan bahwa ribuan ton bantuan dari Turki sudah dibagi-bagikan kepada para pengungsi Rohingya, dan masih ada 10,000 ton bantuan lagi dari Turki. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL