Ankara, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa dunia Barat getol berusaha memecah belah dunia Islam dengan isu Sunni dan Syiah.

Kepada wartawan di dalam pesawat dalam perjalanan pulang ke Turki dari safarinya ke Afrika, Jumat (29/12/2017), Erdogan menyatakan bahwa dewasa isu kepemimpinan dalam Islam tidak seharusnya mendapat porsi perhatian besar dari umat Islam.

Hal ini dia katakan saat menjawab pertanyaan wartawan Barat yang menyebutnya sebagai “pemimpin Muslimin Sunni.”

“Persoalan harus dilihat di luar lingkup Sunni dan kepemimpinan, kami bukan orang yang membedakan Sunni dan Syiah. Agama kami bukan Sunni maupun Syiah. Agama kami satu, yaitu Islam,” tegasnya, seperti dilansir saluran resmi Turki, TRT.

“Kami mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Islam. Mereka (dunia Barat) membagi kami menjadi Syiah dan Sunnah, harus ekstra waspada agar kami tidak terjerumus ke dalam jebakan ini,” lanjutnya.

Mengenai perkembangan isu Al-Quds (Yerussalem) Erdogan menegaskan bahwa negara-negara Eropa belum cukup sensitif dalam masalah ini, sementara Organisasi Konferensi Islam (OKI) dibentuk demi Al-Quds, dan karena itu organisasi ini sekarang harus bekerja lebih keras.

Mengenai Suriah Erdogan menyatakan bahwa ada “upaya membuat  lintasan teroris” di bagian utara Suriah dengan dukungan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Barat.

“Kami tidak dapat membiarkan pengadaan lintasan teroris di sana, kami akan melakukan tindakan yang semestinya secara tiba-tiba,” katanya.

Dia menuding AS menyokong dan mempersenjatai kawanan teroris di Suriah. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*