jet tempur koalisi saudiRiyadh, LiputanIslam.com – Kuwait mendapat kecamanan dari para pejabat Saudi karena tidak ikut terlibat dalam agresi ke Yaman. Mereka menyengat Kuwait dengan mengungkit masa lalu bahwa seandainya tidak ada Saudi ketika Kuwait dicaplok oleh pasukan rezim Saddam Hossein pada tahun 1990 “niscaya Kuwait akan menjadi seperti pengungsi Suriah di Hungaria dan Austria sekarang”.

Menurut laporan Sampress, Jumat (11/9), kecaman terhadap Kuwait itu mereka tuangkan dalam pesan Twitter.
Diantara enam negara Arab anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) hanya Kuwait dan Oman yang tidak terlibat dalam agresi dan mengirim pasukan ke Yaman.

Sebelumnya, sumber-sumber Kuwait kepada Rai al-Youm mengatakan, “Pemerintah Kuwait tidak ingin berpihak kepada siapapun yang terlibat dalam Perang Yaman, karena Kuwait pernah mengalami masalah serupa di mana Kuwait menyokong perang Irak terhadap Iran akibat desakan Saudi, dan akibat sokongan ini Kuwait ternyata harus membayar mahal.”

35 persen penduduk Kuwait berdarah Iran. Karena itu pemerintah Kuwait tidak ingin terlibat dalam kemelut sektarian yang dialami oleh Saudi dan beberapa negara sekutunya dalam aksi campur tangan mereka pada krisis Yaman.

Serangan Saudi dan sekutunya ke Yaman sejak Maret lalu sampai sekarang telah menewaskan lebih dari 4000 orang yang sebagian besar adalah warga sipil, termasuk ratusan anak kecil dan kaum perempuan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL