Damaskus, LiputanIslam.com –  Juru bicara kelompok militan Failaq al-Rahman Wael Olwan menyatakan bahwa kelompok teroris Jaish al-Islam yang ada di kota Douma, Ghouta Timur, sepakat untuk bergabung dengan Pasukan Arab Suriah (SAA).

Sebagaimana dilansir laman Sham Times, Senin (26/3/2018), Olwan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh berbagai kelompok bersenjata mengatakan bahwa Jaish al-Islam di Ghouta akan berubah menjadi pasukan pertahanan nasional berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah Suriah dan Rusia.

Namun demikian, tidak ada pernyataan resmi tentang ini dari pihak Suriah maupun Rusia. Sehari sebelumnya pemimpin Jaish al-Islam Essam Bwidany menegaskan bahwa kelompoknya tetap akan bertahan di Ghouta Timur dan menolak keluar darinya. Dia juga menyerukan kepada kelompok-kelompok militan di Suriah selatan agar bergerak menolong Ghouta.

Observatorium Suriah untuk HAM melaporkan adanya kemungkinan kuat bahwa negosiasi di Douma telah menghasilkan kesepakatan untuk menjadikan kota ini sebagai kawasan “rekonsiliasi” di mana lembaga-lembaga negara Suriah akan kembali ke sana.

Disebutkan bahwa Douma yang menjadi markas besar kelompok Jaish Islam merupakan satu-satunya kota di Ghouta Timur yang belum dimasuki oleh SAA.

Sementara itu, sebanyak 74 unit bus untuk relokasi 4.956 orang, termasuk 1185 militan dari Jobar, Zamalka, Arbin, dan Ein Tarma, siap bergerak keluar melalui jalur Arbin di Ghouta Timur menuju Idlib.

Di pihak lain, SAA telah menemukan sejumlah terowongan panjang dalam operasi pengamanan di distrik Hazah, Ghouta Timur, Senin. Disebutkan bahwa panjang terowongan itu membentang hingga distrik Kfar Batna dan semula digunakan oleh kawanan bersenjata untuk pergerakan serta penyimpanan senjata dan amunisi. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*