Washington, LiputanIslam.com –  Emir Qatar Tamim Bin Hamad al-Thani menuding Arab Saudi dan sekutu Arabnya berusaha menggulingkan Syeikh Tamim karena Saudi merasa terancam oleh kebebasan berpendapat yang diperjuangkan oleh Qatar.

Dalam wawancara pada acara “60 Minutes” TV CBS milik Amerika Serikat (AS), Tamim menjelaskan, “Mereka ingin mengubah pemerintah (Qatar), ini jelas sekali. Sejarah menunjukkan dan memberitahu kita betapa mereka juga berusaha demikian pada tahun 1996 setelah ayah saya menjadi emir (Qatar). Dan mereka benar-benar menunjukkan hal ini secara blak-blakan dalam beberapa minggu lalu. Mereka tidak menyukai kemerdekaan kami dan jalan pemikiran dan pandangan kami untuk kawasan.”

Dia menegaskan, “Kami menghendaki kebebasan berekspresi untuk bangsa-bangsa kawasan,  tapi mereka (Saudi dan sekutunya) tidak menyukainya, dan menganggap hal ini menjadi ancaman bagi mereka.”

Pernyataan Tamim ini merupakan yang pertama kalinya Doha secara terbuka menuding kubu Saudi berusaha menggulangkan pemerintahan di Qatar.

“Mereka mengatakan bahwa pemerintahan ini harus lebih bisa diterima oleh para jirannya. Mereka ingin mengatakan kepada kami bahwa kami harus mengikuti mereka daripada kami independen. Inilah yang hendak mereka katakan. Inilah yang mereka inginkan,” lanjut Tamim.

Mengenai kemungkinan dialog Qatar dengan kubu Saudi, dia mengatakan, “Tak ada indikasi kuat mengenai mengenai kesiapan berbagai pihak untuk dialog, dan tak dapat memaksa orang untuk berbicara jika mereka tidak siap untuk itu.”

Emir Qatar mengaku pihaknya siap mengadakan pembicaraan langsung dengan mediasi AS untuk mengatasi krisis Teluk, tapi dirinya masih menunggu respon Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir terhadap ajakan Presiden AS Donald Trump kepada empat negara pemboikot Qatar ini. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL