NewYork, LiputanIslam.com –   Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani kembali menyerukan “dialog konstruktif” negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dengan Iran.

Dalam pidatonya pada sidang ke-92 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (19/9/2017), dia mengatakan, “Demi mewujudkan keamanan dan stabilitas kawasan Teluk, kami kembali menyerukan lagi apa yang pernah kami lontarkan di podium ini, yaitu pelaksanaan dialog konstruktif negara-negara GCC dengan Iran berdasarkan kepentingan kolektif dan prinsip kerukunan hidup bertetangga, saling menghormati kedaulatan negara, dan tidak mencampuri urusan internal,” ujarnya.

Bulan lalu Qatar mengumumkan pemulihan hubungannya dengan Iran dan pengiriman kembali duta besarnya untuk Irak ke Teheran.

Pada Januari 2016 Qatar menarik pulang duta besarnya dari Teheran setelah Arab Saudi memutuskan hubungan dengan Iran menyusul aksi unjuk rasa disertai aksi pembakaran terhadap Kedubes Saudi di Teheran.

Belakangan Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memusuhi dan memboikot Qatar dan mendesak Doha menurunkan taraf hubungan diplomatiknya dengan Iran.

Menlu Qatar Mohammad bin Abdurrahman al-Thani mengatakan bahwa kebijakan negaranya terhadap Iran “sejalan dengan kebijakan negara-negara Teluk dan tidak memiliki kerjasama melebihi kerjasama negara-negara Teluk lainnya” dengan Iran.  Dia juga menyebut “UEA mitra kedua bagi Iran.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL