Washington, LiputanIslam.com –   Emir Kuwait Syeikh Sabah al-Ahmad Jabir al-Sabah, Kamis malam waktu setempat (7/9/2017) menyatakan bahwa harapan untuk penyelesian krisis Qatar masih belum pupus, dan Qatar kini siap merespon 13 tuntutan negara-negara pemboikotnya di atas meja perundingan dengan semua pihak berkenaan dengan perselisihan dalam tubuh Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

Dalam jumpa pers bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, dia mengaku yakin kepada “kebijaksanaan” negara-negara Arab Teluk dalam menangani krisis yang bermula sejak 5 Juni lalu tersebut.

Seperti diketahui, sejak tanggal itu empat negara Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutus hubungannya dengan Qatar setelah mereka menuding Doha aktif menyokong kelompok-kelompok radikal dan teroris, seolah negara-negara Teluk lainnya tidak berbuat hal yang sama.

Syeikh al-Sabah mengaku telah menerima surat balasan dari Qatar berisikan kesiapan Doha mendiskusikan 13 tuntutan empat negara tersebut.

Menurutnya, sebagian besar di antara belasan tuntutan itu dapat ditangani, namun segala sesuatu yang mengusik kedaulatan negara memang tidak dapat diterima.

“13 tuntutan yang ada tidak semuanya dapat diterima, dan penyelesaian ada pada perundingan satu sama lain di antara kami dan menyimak poin-poin yang merugikan kawasan dan para sahabat kami,” tuturnya.

Pada 22 Juni lalu empat negara itu mengajukan kepada Qatar daftar tuntutan dan persyaratan mereka itu untuk pemulihan hubungan mereka dengan Qatar, termasuk penutupan saluran TV Al-Jazeera, penurunan taraf hubungan diplomatik Qatar dengan Iran, dan penyerahan para tokoh “teroris” yang ada di Qatar. Qatar menolak tuntutan ini dan menyebutnya “tidak realistis”. (mm/kuna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL