Beirut, LiputanIslam.com –  Mantan presiden Lebanon Emile Lahoud menyatakan bahwa Yaman juga akan menang dalam menghadapi serangan pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, menyusul kandasnya proyek Zionis yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) dan kalahnya kelompok teroris takfiri ISIS di Irak dan Suriah.

“Kita (aliansi anti AS dan Israel) akan menang di Yaman sebagaimana kita akan menang di Suriah dalam waktu dekat ini,” katanya saat dikunjungi  oleh sekelompok aktivis Lebanon dan Palestina di kediamannya untuk menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Lebanon dalam perang tahun 2006 melawan Rezim Zionis Israel, Kamis (17/8/2017).

Dia menyebut Lebanon sebagai negara kecil yang berhasil meraih kemenangan dalam perang melawan pasukan pendudukan Israel yang didukung oleh “negara terkuat di dunia, Amerika Serikat (AS).”

“Yaman yang lebih besar daripada Lebanon akan menang atas Arab Saudi,” katanya.

Dia menambahkan, “Mereka (Saudi) didesak menghentikan perang di Suriah setelah mereka gagal, dan mereka juga akan didesak supaya menghentikan perang di Yaman pada saat terakhir, karena mereka gagal merealisasikan tujuannya di sana.”

Menyinggung keberadaan jutaan pengungsi Suriah di Lebanon, Lahoud yang menjabat presiden Lebanon dari tahun 1998 sampai  2007 ini mengaku kuatir terjadi gejolak di Lebanon karena para pengungsi itu berpotensi untuk dieksploitasi oleh pihak-pihak yang memusuhi Lebanon.

“Untuk apa 1.5 juta pengsungsi Suriah ini? Sebagian besar mereka ingin kembali ke Suriah, tapi kepulangan mereka tertunda oleh sebagai berbagai faktor di mana kami kuatir terdapat fitnah bercorak Israel yang dikelola,” terangnya.  (mm/almayadeen)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL