London, LiputanIslam.com –  Duta Besar Iran untuk Inggris Hamid Baeidinejad mengaku diancam akan dibunuh oleh seorang anggota kelompok ekstremis Syiah yang belum lama ini menyerang Kedubes Iran.

Melalui akun resminya di Twitter, Minggu (11/3/2018), Baeidinejad menyebutkan bahwa pengancamnya adalah Hossein Mar’ashi Qazvini yang juga menebar tuduhan terhadapnya di media sosial, termasuk tuduhan pembunuhan.

Baeidinejad menjelaskan bahwa anggota kelompok radikal itu telah melontarkan beberapa tuduhan terhadapnya, termasuk tuduhan pembunuhan. Karena itu Baeidinejad berharap pengadilan Iran segera menyelidiki kasus ini.

Baeidinejad di halaman Twitternya juga memposting foto penghinaan dan ancaman Mar’ashi Qazvini.

Seperti pernah diberitakan, pekan lalu sejumlah orang telah memanjat dinding Kedubes Iran di London kemudian menurunkan bendera Iran, sementara polisi Inggris tidak melakukan tindakan apapun untuk melindungi kompleks tersebut selama aksi itu berlangsung.

Mereka kemudian ditangkap oleh aparat keamanan Inggris, dan pemerintah Iran mendesak supaya mereka diproses secara hukum.

Para pelaku berasal dari jamaah ekstremis Syiah Sadeq Shirazi. Mereka beraksi bukan hanya dengan mengutuk pemerintah Iran, melainkan juga menghujat Khulafa Rasyidin dan istri Rasulullah SAW, Sayyidah Aisyah RA.

Mereka menentang persatuan Islam sehingga memusuhi pemerintahan Iran, terutama figur Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang memperjuangkan persatuan Islam. (mm/presstv/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*