Moskow, LiputanIslam.com –  Kemlu Rusia, Minggu (9/10/2016), merilis statemen berisikan kutukan terhadap serangan brutal Arab Saudi dan sekutunya yang menewaskan ratusan pelayat di Sanaa, ibu kota Yaman, Sabtu (8/10/2016).

Kemlu Rusia menyampaikan ucapan belangsungkawa kepada keluarga koban, dan menyerukan supaya tragedi pembantaian massal ini diselidiki secara obyektif.

“Serangan seperti ini, yang menjatuhkan korban sipil tak berdosa sebanyak itu membangkitkan keprihatinan dan kecaman…  Harus ada penyelidikan secermat dan seobyektif mungkin…  dan para pelakunya harus diberi hukuman setimpal dan keras,” ungkap Kemlu Rusia.

Kemlu Rusia menambahkan bahwa pihaknya “berkeyakinan bahwa terulangnya tragedi seperti ini tak dapat dicegah kecuali melalui penghentian kekerasan dan dimulainya lagi proses politik secara menyeluruh oleh orang-orang Yaman sendiri tanpa campurtangan dari luar demi menentukan masa depan mereka sesuai ketetapan tentang ini yang sudah dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB dan konferensi dialog nasional di Yaman.”

Sebelumnya, juru bicara dewan keamanan nasional Gedung Putih Ned Price menyatakan insiden ini telah mendorong Washington  untuk mulai meninjau ulang dukungan AS yang sejauh ini sudah berkurang kepada pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

“Berkenaan dengan peristiwa ini dan berbagai peristiwa lain yang terjadi belakangan ini, kami segera mulai meninjau ulang dukungan kami, yang sudah berkurang secara signifikan, kepada koalisi pimpinan Saudi,” katanya.

Pejabat Kantor Kemlu Inggris di Timur Tengah Tobias Ellwood kepada Duta Besar Arab Saudi untuk Inggris di London, Mohammad bin Nawaf bin Abdulaziz, menyatakan prihatian atas serangan udara Saudi dan sekutunya tersebut.

“Foto-foto dari lokasi kejadian menyakitkan,”katanya, sembari menyerukan penyelidikan atas kejadian ini.

Dia menambahkan, “Tidak akan ada solusi militer untuk konflik ini. Kami mendesak semua pihak untuk kembali bahwa pembicaraan politik dan menerapkan penghentian permusuhan. ”

Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam statemennya menyatakan “laporan awal” menduga kuat bahwa serangan itu berasal dari pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang membantah telah melakukan serangan tersebut.

“Serangan disengaja terhadap warga sipil tak dapat diterima sakali,” kecam Ban.

Dia menambahkan bahwa kasus ini harus diselidiki secara independen dan secepatnya, dan orang-orang yang bertanggungjawab atas kejadian harus diproses di pengadilan. (AFP/RT/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL