Teheran, LiputanIslam.com –  Masyarakat Iran menggelar unjuk rasa akbar mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memasukan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam daftar organisasi teroris.

Ribuan massa turun ke jalan-jalan di Teheran, ibu kota Iran, usai menunaikan shalat Jumat (1/4/2019), sembari meneriak yel-yel “mampus Amerika, mampus Israel” dan kutukan atas upaya AS berdominasi di kawasan Timteng.

Orasi dalam aksi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Iran itu menyebutkan bahwa keputusan AS mengenai IRGC tersebut justru merupakan bentuk dukungan nyata Washington kepada kelompok-kelompok teroris yang dalam beberapa tahun ini diperangi oleh IRGC serta didanai dan persenjatai oleh AS dan rezim-rezim Arab sekutunya di Timteng.

Lebih jauh para demonstran itu juga mengecam keputusan AS mengenai perjanjian nuklir Iran yang berujung penerapan kembali dan bahkan peningkatan sanksi dan embargo terhadap Iran.

Ketua parlemen Iran Majelis Syura Islam Mohammad Hasan Abu Turabi, yang turut serta dalam unjuk rasa itu mengatakan, “Trump sudah kehilangan akal sehatnya. Pandangan politik dan keputusannya itu justru menambah kekuatan IRGC serta  harmoni antara Republik Islam Iran dan umat Islam.”

Juru bicara angkatan bersenjata Iran Brigjen Shahin Taqikhani mengatakan, “Keputusan bodoh AS itu telah menciptakan kemufakatan nasional antara pemerintah dan rakyat (Iran) untuk menyokong IRGC.”

Para pengunjuk rasa menegaskan bahwa keputusan yang mengundang reaksi penolakan itu justru menambah kesolidan dan tekad IRGC untuk senantiasa bersama Poros Resistensi yang berhadapan dengan poros AS-Zionis yang diikuti oleh beberapa rezim reaksioner Arab.

Salah seorang pengunjuk rasa mengatakan bahwa tindakan AS mencantumkan gerakan-gerakan yang terkait dengan Poros Resistensi sebagai organisasi teroris “merupakan bukti bahwa poros ini berhasil mematahkan rencana-rencana kotor AS dan Rezim Zionis di Timteng.”

“Keputusan Trump itu tak lain adalah reaksi AS atas kekalahan dan kekecewaannya,” ungkap seorang ibu yang turut berunjuk rasa.

Seorang pengunjuk rasa lain mengatakan, “Dari sini kami menuntut tanggungjawab Washington atas dampak-dampak berbahaya tindakannya yang menyalahi undang-undang internasional itu.”

Unjuk rasa akbar itu menandai solidaritas dan dukungan tegas rakyat Iran kepada IRGC yang berada di garis depan gerakan perlawanan terhadap konspirasi dan terorisme AS di kawasan Timteng.  Rakyat Iran memandang aksi-aksi Washington anti-IRGC sebagai upaya AS untuk mengalihkan perhatian dunia dari fakta dukungan AS kepada terorisme dan realitas bahwa IRGC adalah yang terdepan dalam gerakan perlawanan terhadap ambisi-ambisi AS di Timteng. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*