atribut tentara saudi di irak2Baghdad, LiputanIslam.com –  Media Irak Selasa lalu (2/2) bertabur berita dan foto-foto beberapa tentara Arab Saudi yang tewas di barisan pasukan teroris superganas Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di provinsi Salahuddin, Irak. Dan sekarang sumber di Irak mengungkapkan bahwa tentara Qatar juga berkeliaran bersama para komandan ISIS di berbagai kawasan Irak, khususnya provinsi Anbar dan Nineveh.

“Para perwira intelijen dan keamanan Qatar dan Arab Saudi aktif di dua agenda operasi serangan dan pelatihan pasukan ISIS… Keberadaan pasukan Qatar dan Saudi di barisan ISIS di Irak itu tak dapat dipungkiri,” tegas sumber itu kepada IRNA,Kamis (4/2).

Dia mengaku pihaknya memiliki beberapa data dan dokumen terkait klaimnya itu, termasuk rekaman telefon seluler dan data-data lain yang didapat dari berbagai kawasan Irak dan Suriah yang berhasil dibebaskan dari tangan ISIS.

Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan pasukan Arab asing itu berperan dalam koordinasi antara ISIS dan pasukan udara negara-negara anggota koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat, khususnya Qatar, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, tapi belum jelas apakah mereka juga terlibat koordinasi dalam kasus-kasus penjatuhan paket bantuan untuk ISIS oleh pesawat pasukan koalisi serta insiden-insiden serangan “salah sasaran” jet tempur koalisi terhadap tentara dan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi.

Betapapun demikian, juru bicara pasukan koalisi Steve Warren Selasa lalu terang-terangan mengatakan bahwa operasi pemboman dilakukan bukan oleh tentara AS. Pernyataan ini tak urung menguatkan dugaan-dugaan bahwa insiden-insiden itu dilakukan oleh pasukan udara Saudi dan Qatar, apalagi jet-jet tempur keduanya kerap melesat di angkasa Irak.

Musim panas tahun lalu kepala komisi keamanan dan pertahanan parlemen Irak Hakim al-Zamili menyatakan bahwa intelijen Irak berhasil menyadap beberapa percakapan telefon seluler para pilot Saudi dan sejumlah negara regional lain anggota koalisi internasional dengan para komandan ISIS di provinsi Anbar ketika sedang melakukan penerbangan di angkasa Irak.

Pemerintah Irak sendiri sampai sekarang belum memberikan komentar resmi soal ini, sementara komisi di parlemen Irak itu mengaku sudah memberikan data-data dan dokumen yang diperlukan kepada pemerintah Irak.

Komisi ini juga sudah berlangkali mendesak pemerintah Irak supaya mengusut tindakan-tindakan beberapa negara anggota koalisi internasional yang merugikan Irak, terutama terkait penjatuhan paket-paket bantuan militer, bahan makanan dan lain-lain kepada ISIS.
Pekan ini media Irak ramai-ramai memublikasikan foto-foto yang menunjukkan keberadaan tentara Saudi di tengah pasukan ISIS di Tikrit.

Lembaga pemberitaan Irak Non al-Khabariyaah (NK), misalnya, menyebutkan bahwa ketika pasukan relawan al-Hasdh al-Shaabi di kawasan Sherkat di utara provinsi Salahuddin membunuh sejumlah anggota ISIS di sana ternyata ditemukan sejumlah anggota Garda Nasional Arab Saudi.

NK juga memuat beberapa foto mayat dan seragam tentara Saudi yang tertinggal di kawasan Sherkat. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL