Ron_Dermer dubes Israel utk ASWashington, LiputanIslam.com – Duta Besar (Dubes) Israel untuk Amerika Serikat (AS) di Washington Ron Dermer Minggu (8/3/2015) mengatakan Tel Aviv sependapat dengan negara-negara Arab Teluk Persia soal proyek nuklir Iran.

“Menariknya, setiap kali masalah Iran mengemuka, Israel dan negara-negara Arab selalu berada di satu pihak. Ketika Israel dan Arab berada di satu pihak maka masalah ini harus mendapat perhatian, sebab peristiwa ini terjadi satu kali dalam satu abad,” ujar Dermer dalam wawancara dengan CNN pada acara “State of the Union”.

Dermer yang belum lama ini dinyatakan oleh jurnalis AS Jeffrey Golberg sebagai penggagas pidato Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Kongres AS menepis pernyataan tersebut. Menurutnya, undangan Kongres AS kepada Netanyahu adalah ide pribadi anggota Kongres, John Boehner.

“Boehnerlah yang mengontak saya. Saya berpikir bahwa dia berencana memberitahu Gedung Putih. Dia memang melakukannya, namun hanya beberapa jam sebelum (pemberitahuan resmi mengenai undangan).”

Menurut Gedung Putih, pidato ketiga kalinya Netanyahu di Kongres AS yang terjadi pekan lalu di luar kehendak pemerintah AS.

Dalam kunjungan Netanyhu ke Washington tak ada satupun pejabat AS yang mengadakan pertemuan dengannya.

Presiden AS Barack Obama mengatakan tidak sesuatu yang baru dalam isi pidato Netanyahu di Kongres.

Sementara itu, di Israel sendiri Netanyahu selaku ketua partai ekstrim kanan Likud berjanji untuk tetap menduduki Tepi Barat dan Baitul Maqdis Timur, menolak pembentukan negara Palestina, dan tidak akan memberikan konsesi apapun kepada Palestina jika dia kembali terpilih sebagai perdana menteri Israel dalam pemilu.

Sebagaimana dilaporkan DPA, Netanyahu menyatakan janji tersebut sebagai satu bentuk kampanye menjelang pemilu yang akan diselenggarakan dua pekan lagi, sekaligus sebagai tanggapan atas beredarnya kabar dari koran Israel Yedioth Ahronoth bahwa perwakilan tingkat tinggi Netanyahu telah melakukan perundingan secara terselubung dengan ketua orotitas Palestina Mahmoud Abbas.

Suhu politik di Israel memanas menjelang pemilu Israel akibat tidak adanya sosok yang dianggap berkompeten di tengah kebangkitan kembali perlawanan bangsa Palestina.

Ribuan warga Israel dalam beberapa hari terakhir menggelar unjuk rasa protes terhadap kebijakan-kebijakan radikal Netanyahu. Mereka mendesak Netanyahu supaya menyingkir dari kursi perdana menteri. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*