استشهاد فلسطينيين اثنين برصاص الاحتلال قرب سجن عوفرRamallah, LiputanIslam.com – Dua pemuda Palestina gugur syahid diterjang peluru tentara Zionis Israel dalam peristiwa unjuk rasa peringatan Hari Nakba (perampasan Palestina oleh kaum Yahudi Zionis tahun 1949) di wilayah pendudukan Tepi Barat, Kamis (15/5/2014).

Pembunuhan oleh tentara Zionis itu terjadi di wilayah sekitar kamp militer Ofer dekat kota Ramallah, Tepi Barat, saat massa di hari peringatan tersebut juga menunjukkan solidaritas mereka kepada sekitar 125 warga Palestina yang dipenjara oleh Israel tanpa melalui proses pengadilan atas nama tahanan administratif.

Amnesti Internasional menyebutkan tentara dan polisi perbatasan Israel telah bertindak berlebihan dalam merespon massa yang melempari mereka dengan batu yang jelas-jelas tidak sampai mengancam jiwa tentara dan polisi Israel di lokasi dekat kamp militer yang sudah dibentengi.

“Tewasnya dua warga Palestina dalam demonstrasi hari ini (Kamis) adalah berita yang mencemaskan. Tentara Israel telah berulang kali mengambil jalan kekerasan yang ekstrim dalam menanggapi protes warga Palestina terhadap pendudukan Israel, kebijakan dikisriminatif, perampasan tanah dan pembangunan permukiman ilegal. Penggunaan kekuatan yang tidak perlu dan berlebihan oleh pasukan Israel terhadap demonstran di wilayah Palestina yang diduduki dan Israel tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan,” kecam Philip Luther, Direktur Program Amnesti Internasional Urusan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Sumber-sumber rumah sakit Palestina menyebutkan bahwa pemuda Palestina yang gugur adalah Mohammad Auda (17 tahun). Dia gugur setelah dilarikan ke rumah sakit akibat peluru yang menembus bagian dadanya. Sedangkan satu lagi pemuda Palestina yang gugur diketahui bernama Musab Nawarah (20 tahun). Dia juga menghembuskan nafasnya di rumah sakit akibat timah panas tentara Israel yang bersarang di dadanya.

Kamis kemarin peringatan Hari Nakba ke-66 tahun diwarnai bentrokan demonstran Palestina dengan tentara Israel di berbagai tempat, termasuk di penjara atau kamp militer Ofer di Tepi Barat. Peringatan ini juga dilakukan oleh orang-orang Palestina di luar negeri untuk menandai penegasan mereka atas hak bangsa Palestina untuk kembali ke kampung halaman dan tanah air mereka, Palestina. (mm/wafa/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL