Ramallah, Gaza, LiputanIslam.com –  Jubir Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, Hazim Qasem, menyatakan pihaknya bertanggungjawab atas operasi serangan dengan cara menabrakkan mobil ke sejumlah tentara Israel di Tepi Barat hingga menyebabkan dua tentara Zionis tewas.

“Operasi di kota Jenin, Tepi Barat, hari ini terjadi 100 hari setelah keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (mengakui al-Quds/Yerussalem sebagai ibu kota Israel) demi menegaskan kelanjutan intitafada al-Quds bangsa kami, dan bahwa revolusi anti keputusan Trump dan pendudukan bukanlah gelombang kemarahan, melainkan tindakan yang berkelanjutan sampai bangsa ini merdeka sepenuhnya,” tegas Hazim Qasem, Jumat (16/3/2018).

Dia menambahkan, “Pesan dari tindakan resisten hari ini menegaskan bahwa perjalanan waktu atas keputusan Trump itu tidak akan menghapus fakta-fakta sejarah, dan bahwa batasan kota suci akan kami tentukan dengan darah dan kami jaga dengan kontinyuitas resistensi.”

Sebelumnya, seorang pengendara tak dikenal telah menabrakkan mobilnya terhadap empat tentara Israel di Tepi Barat hingga dua di antaranya tewas, satu menderita luka parah, dan satu lagi menderita luka ringan, seperti dilaporkan Quds Press International.

TV Israel Channel 10 melaporkan bahwa pasukan Israel telah menangkap pelaku penabrakan, namun identitas pelakunya belum diungkap.

Berbagai kelompok pejuang Palestina menegaskan bahwa aksi penabrakan yang terjadi Jumat sore waktu setempat itu merupakan bagian dari bentuk pembelaan diri bangsa Palestina di depan kejahatan Israel.

Kelompok Jihad Islam Palestina menyatakan, “Operasi ini membuktikan bahwa penjajah tanah kami tidak akan aman dan stabil, dan itu merupakan reaksi atas nama bangsa Palestina terhadap kejahatan dan agresi Israel.”

Sedangkan Front Rakyat Pembebasan Palestina (PLFP) menegaskan bahwa serangan itu merupakan satu lagi bukti kegagalan teori keamanan Israel. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*