WashingtonDC, LiputanIslam.com –  Sejumlah senator Amerika Serikat (AS) dalam rapat dengar pendapat di Majelis Senat pekan ini mengenai peningkatan sanksi terhadap Iran mempertanyakan secara terbuka kedekatan Negeri Paman Sam ini dengan Arab Saudi dan negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) lainnya yang mempromosikan ideologi ekstrem Salafi/Wahabi yang telah membidani kelahiran kelompok-kelompok teroris semisal ISIS.

“Saya rasa banyak di antara kita sangat prihatin dengan kurangnya pertanyaan tentang hubungan AS-Saudi dan aliran dolar Saudi ke sebuah versi Islam yang membentuk blok-blok bangunan ekstremisme Sunni,” kata Senator Chris Murphy.

“Setiap serangan terhadap AS sejauh ini oleh kelompok-kelompok ekstremis berbasis Sunni,” lanjutnya.

Senada dengan ini, Senator Republik Rand Paul menyarankan AS mempertimbangkan pendekatan yang lebih seimbang untuk wilayah tersebut.

Dia mengatakan, “Mereka (Iran) menekan balik orang-orang yang menekan mereka. Di Suriah, ada 25.000 pasukan Iran. Di sisi lain di sana ada banyak Sunni didanai oleh negara-negara Teluk, seperti halnya di Yaman.”

Dia menambahkan, “Kita sangat khawatir terhadap Iran sehingga kita melupakan peran ekstremis Sunni (Wahabi) yang bermain dalam konflik regional serta teror global… Kita terpaku pada Iran dan lupa bahaya Wahabisme. Wahabisme mengajarkan kebencian kepada AS di seluruh dunia dan pendanaanya,”lanjut Paul.

Dia kemudian menegaskan, “Sebagian besar dukungan untuk Islam radikal dan terorisme datang dari Arab Saudi, bukan dari Iran.”

Menanggapi pernyataan dua senator ini, Martin Indyk dari Brooking Institution mengatakan, “Iran sangat agresif dalam mencoba mengekspor revolusi mereka,” dan Iran menunjukkan intoleransinya antara lain dengan “sengaja menumbangkan” perundingan  damai Palestina-Israel.

Meski demikian,  Indyk juga mencatat keberhasilan relatif dan swasembada komunitas Yahudi Iran yang dinilainya kontras dengan rintangan lebih besar yang dihadapi oleh umat Yahudi di dunia Arab. Menurutnya, ini merupakan bukti toleransi yang ditunjukkan masyarakat Syiah dibanding sikap para fundamentalisme Sunni. (mm/niacouncil)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL