Saudi-king-daughtersRiyadh, LiputanIslam.com – Untuk pertama kalinya, dua di antara empat puteri Raja Arab Saudi yang “disekap” di dalam komplek kerajaan berkeluh kesah tentang keterisolasian mereka selama 13 tahun. Dalam sebuah wawancara visual yang ditayangkan TV Channel 4  News yang berbasis di Inggris, dua puteri bernama Sahar, 42 tahun, dan Jawaher, 38 tahun, itu mengaku tidak dapat berkomunikasi dengan dunia luar sejak ditempatkan dalam komplek tertutup milik kerajaan.

Mereka juga menyebutkan bahwa dua saudara perempuan mereka, Maha dan Hala, juga mengalami nasib yang sama di komplek lain.  “Tak seorangpun diperbolehkan keluar masuk,” keluh Sahar kepada Channel 4 News via Skype. “Terputus, terisolasi… dan sendirian,” dan “ayah kami, Sang Raja, bertanggungjawab (atas kondisi ini),” imbuhnya.

Sahar mengaku kondisi dia dan saudaranya tak ubahnya kondisi para sandera. “Kami kaum perempuan yang telah dewasa mengapa dihalangi dari hasrat kami?! Saya yakin kami semua sekarang adalah sandera,” ungkapnya.

Sementara itu, Jawaher mengaitkan nasib mereka dengan kondisi masyarakat Arab Saudi. “Jika terhadap anak-anaknya sendiri saja dia berbuat seperti ini, lantas bagaimana menurut Anda sikapnya terhadap orang lain di negara ini.”

Minggu lalu ibu mereka, Alanoud al-Fayez, yang sudah lama bercerai dengan Raja Abdullah bin Abdulaziz al-Saud melakukan aksi protes di depan Kedutaan Besar Saudi di London menuntut supaya anak-anaknya dibebaskan. Berkenaan dengan nasib Sahar dan Jawaher, al-Fayez mengatakan, “Mereka dijatah makan hanya satu kali sehari… mereka tidak diperbolehkan meninggalkan tempat atau bepergian.”

Kasus penyekapan ini menjadi berita heboh sejak al-Fayez Jumat lalu meminta kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama supaya membantu pembebasan anak-anaknya. Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, dia mengatakan, “Selama 13 tahun anak-anak perempuan saya telah menjadi tahanan. Mereka harus dibebaskan dan dilepaskan segera.”

Sejak bercerai dengan Raja Saudi, Al-Fayez memilih tinggal di London. Dia meminta bantuan Obama karena saat itu dijadwalkan mengadakan kunjungan singkat ke Riyadh pada 28 Maret 2014. “Presiden Obama harus mengambil kesempatan ini untuk menyampaikan pelanggaran berat yang dilakukan terhadap anak-anak saya,” ujarnya kepada AFP. Dia juga mengatakan, “Orang-orang Saudi tidak bisa dipercaya. Mereka tak segan-segan berbuat apa saja. Saya ingin bertemu dengan puteri-puteriku. Saya ingin berada di sisi mereka.” (mm/channel4news/presstv/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL