piramida mesirKairo, LiputanIslam.com –  Dua polisi Mesir tewas diserang kawanan bersenjata pengendara motor di kawasan sekitar situs piramida, Kairo, Mesir. Demikian dilaporkan Rai al-Youm, Rabu (6/4), berdasarkan keterangan kepolisian Mesir.

Keterangan itu juga menyatakan jarang terjadi serangan terhadap aparat keamanan Mesir di kawasan situs sejarah negara ini sejak maraknya kekerasan pasca kudeta militer terhadap presiden Mohamed Morsi pada tahun 2013. Karena itu, tidak jelas apakah serangan ini bermotif terorisme atau tidak.

Juru Bicara Departemen Kesehatan Mesir Hisham Abdul Ghaffar mengatakan kepada AFP bahwa salah satu korban terbunuh di lokasi kejadian, sedangkan satu lainnya meninggal dunia di rumah sakit akibat luka tembak.

Kementerian Purbakala Mesir menyatakan insiden serangan itu terjadi di kawasan gurun di sekitar area situs purbakala piramida, namun jauh sekali dari pintu-pintu masuk para wisatawan ke area purbakala.

“Lokasi kejadian berjarak sekitar 5 km dari area purbakala… Peristiwa memprihatinkan ini sama sekali tidak mempengaruhi kondisi keamanan di dalam area purbakala,” ungkap Kamal Wahid, Dirjen Kawasan Purbakala Kairo dan Giza, dalam statamennya atas nama Kementerian Purbakala.

Sejak Morsi di kudeta, otoritas Mesir gencar menerapkan cara kekerasan terhadap pendukung Morsi yang terafiliasi dengan kelompok Ikhwanul Muslimin yang akhirnya dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Lembaga-lembaga peduli HAM menyebutkan lebih dari 1400 orang tewas akibat kekerasan itu.

Di pihak lain, kelompok-kelompok bersenjata juga tak henti-hentinya melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan Mesir dengan berbagai cara, termasuk menggunakan bom mobil dan senjata api, terutama di kawasan Semenanjung Sinai yang menjadi sarang kelompok ekstrimis Ansar Beit al-Maqdis yang belakangan menyatakan bergabung dengan ISIS dan lalu mengubah nama menjadi Wilayat Sinai.

Menurut otoritas Mesir, sejak Morsi terguling lebih dari 500 anggota pasukan keamanan Mesir terbunuh akibat serangan kawanan bersenjata.

Pada Februari 2014 kawanan teroris pernah menyerang bus wisatawan asing di Taba yang terletak di wilayah perbatasan Mesir dengan Israel, mengakibatkan tiga wisatawan asal Korea dan satu warga Mesir yang menjadi pengemudi bus tewas dan 13 lainnya luka-luka. Namun demikian, secara umum selama ini kalangan wisawatan cukup aman dari serangan kawanan bersenjata yang sebagian besar ditujukan kepada tentara dan polisi Mesir. (mm)
ا

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL