Israel-al-AqsaBaitulMaqdis, LiputanIslam.com – Dua polisi perbatasan Israel dilaporkan cidera terkena tikaman senjata tajam oleh seorang warga Palestina di kota lama Baitul Maqdis (Jerussalem), Jumat (26/12).

New York Times melaporkan bahwa warga Palestina mendekati dan menyerang polisi Israel dengan senjata tajam ketika jemaah sedang meninggalkan Masjid al-Aqsa usai mendirikan shalat.

Keterangan polisi Israel yang dikutip Jerussalem Post menyebutkan bahwa satu polisi berusia 19 tahun ditikam di bagian leher, sedangkan satu polisi lainnya yang berusia 35 tahun cidera di bagian tangan setelah terlibat perkelahian dengan penyerang.

Warga Palestina itu kemudian kabur meninggalkan lokasi dan aparat keamananpun berusaha mengejarnya.

“Ini merupakan insiden serius yang menjadikan polisi sebagai sasaran,” ungkap kepala kepolisian Baitul Maqdis, Moshe Edri. Dia berjanji untuk menangkap warga Palestina yang disebutnya sebagai teroris itu.

Serangan terhadap kaum Zionis Israel sering terjadi di Baitul Maqdis dan Tepi Barat sejak Israel terlihat semakin agresif untuk merebut Masjid al-Aqsa.

Para pejabat keamanan Israel menyebut serangan itu dilakukan secara perseorangan dan tidak ada organisasi yang menyatakan bertanggungjawab. Meski demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebagai penggerak aksi kekerasan. Tuduhan itu dinyatakan Netanyahu setelah Mahmoud Abbas menyerukan kepada umat Islam supaya bergerak membela Masjid al-Aqsa dan kota suci Baitul Maqdis secara umum.

Sejak beberapa waktu lalu, akibat tekanan internasional serta desakan dari pemerintah Yordania, Tel Aviv mencabut ketentuan yang membatasi usia para jemaah Masjid al-Aqsa.

Sesuai kesepakatan tahun 1967 setelah kaum Zionis menduduki Baitul Maqdis, hanya warga Muslim saja yang diperkenankan masuk ke area Masjid al-Aqsa, sedangkan umat Yahudi hanya dapat beribadah di area “Dinding Barat” atau yang lebih terkenal dengan sebutan “Dinding Ratapan” yang letaknya bersebelahan dengan Masjid al-Aqsa.

Namun demikian, dalam beberapa bulan terakhir ini para ekstrimis Yahudi yang sejak dulu menginginkan penghancuran Masjid al-Aqsa untuk diganti dengan kuil Yahudi telah berulang kali melanggar ketentuan tersebut serta dibiarkan dan bahkan didukung oleh pasukan Israel.

Belakangan juga muncul gagasan di parlemen Israel, Knesset, untuk membagi jam kunjung ke Masjid al-Aqsa, sebagian untuk umat Muslim dan sebagian lain untuk umat Yahudi.

Aksi para ekstrimis itu tak pelak membangkitkan konflik dan ketegangan di Baitul Maqdis hingga menjatuhkan beberapa korban tewas dari kedua pihak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL