palestina-penabrakanGazaCity, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyatakan bertanggungjawab atas serangan yang dilancarkan oleh Ibrahim al-Akari dan menewaskan dua orang Zionis, satu di antaranya perwira polisi, dan melukai 14 lainnya di Baitul Maqdis (Jerussalem), Rabu (5/11).

“Ibrahim Akari adalah pejuang gagah berani Palestina yang telah melancarkan operasi serangan terhadap musuh, Zionis, di al-Quds (Baitul Maqdis) sebagai respon atas meningkatnya agresi musuh terhadap bangsa dan kesucian Palestina serta sebagai pembelaan atas Masjid al-Aqsa,” tegas Hamas dalam sebuah statemennya, sebagaimana dilansir Palestinian Information Center (PIC).

Statemen itu juga menyebutkan bahwa Ibrahim al-Akari adalah adik Musa Akari, tawanan Palestina yang telah dibebaskan Israel sesuai perjanjian pertukaran tawanan pada tahun 2011. Ibrahim juga merupakan salah satu penjaga Masjid al-Aqsa dan sering berada di komplek masjid yang pernah menjadi kiblat pertama umat Islam ini.

Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum menyerukan kepada warga Palestina supaya menggalakkan operasi serangan terhadap Zionis demi membela Masjid al-Aqsa dan hak bangsa Palestina sendiri.

Menurut PIC, berbagai sumber Israel menyatakan bahwa seorang pemuda Palestina bernama Ibrahim Akari telah menabrakkan mobil van yang dikendarainya terhadap para pejalan kaki hingga menewaskan dua orang Zionis dan menciderai 14 lainnya, tiga di antaranya parah.

palestina ibrahim al-akari

Ibrahim al-Akari

Mobil itu berhenti setelah menabrak sebuah mobil lain di lokasi lain yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penabrakan pertama, dan saat itulah Akari ditembak oleh polisi Israel. Sebelum diterjang peluru hingga gugur syahid dia sempat keluar dari mobil sambil membawa batang besi dan memukulkan benda itu terhadap beberapa warga Zionis.

Pada hari itu sejak pagi warga Palestina di Baitul Maqdis dibuat geram oleh tindakan pasukan Israel mengawal kelompok-kelompok ekstrimis Yahudi yang bermaksud menduduki Masjid al-Aqsa. Selain itu, pasukan Israel yang menduduki komplek Masjid al-Aqsa juga telah berbuat sewenang-wenang terhadap jemaah shalat di Masjid al-Aqsa.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas harus bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Sementara itu, laporan lain dari PIC menyebutkan bahwa operasi serangan serupa warga Palestina juga terjadi di kamp pengungsi al-Arab di bagian utara kota al-Khalil, Tepi Barat. Disebutkan bahwa ketika terjadi bentrokan antara tentara Israel dan para pemuda Palestina, tiba-tiba satu mobil yang dikendarai pemuda Palestina menabrak tiga tentara Israel dan menyebabkan mereka menderita luka-luka, satu di antaranya parah.

Mobil itu kemudian kabur, sementara pasukan Israel segera melakukan operasi penyisiran untuk memburu pengemudi mobil tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL