helicoptersBaghdad, LiputanIslam.com – Pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) kembali terindikasi bermain mata dengan kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak. Para pejabat keamanan provinsi Diyala, Irak, Kamis (5/2/2015) meminta Perdana Menteri Irak Haider Abadi supaya segera menginstruksikan penyelidikan kasus pendaratan 30 anggota ISIS di sebuah lokasi operasi militer di provinsi ini oleh dua helikopter milik pasukan koalisi.

“Kami selaku Komisi Keamanan Provinsi Diyala telah mengajukan pengaduan kepada Perdana Menteri perihal laporan mengenai pendaratan sekitar 30 anggota ISIS oleh dua helikopter koalisi internasional, ujar Shadeq al-Hussaini, Kepala Komisi Keamanan Provinsi Diyala yang sebuah statemennya, sebagaimana dikutip IRNA.

Dia menambahkan, “Kami meminta masalah ini segera diselidiki dan hasilnya diberitahukan kepada Komisi Keamanan dan rakyat Irak agar ada keputusan serius untuk mencegah terulangnya kejadian seperti ini di masa mendatang.”

Al-Hussaini mengaku sudah menghubungi pihak Komando Operasi Dajlah dan menanyakan soal ini, namun mereka menyatakan tidak mengetahui identitas dua helikopter tersebut.

Para saksi mata di Baquba mengatakan dua unit helikopter pasukan koalisi telah mendarat di sebuah kawasan di timur laut Baquba dan menurunkan sekitar 30 anggota teroris ISIS.

Beberapa waktu lalu dua helikopter AS telah menerjunkan beberapa paket senjata dan perlengkapan perang kepada ISIS. Kejadian itu terekam oleh kamera amatir, dan videonya tersebar di berbagai media sosial serta ditayangkan oleh beberapa TV Irak.

Para pejabat keamanan provinsi Salahuddin bulan lalu mengajukan protes atas kejadian penerjunan paket bantuan untuk ISIS tersebut, namun hingga kini belum ada pernyataan sikap resmi pemerintah Irak dalam masalah ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL