ledakan-di-pasar-baghdadBaghdad, LiputanIslam.com –   Sedikitnya 27 orang terbunuh terkena dua bom yang meledak secara hampir bersamaan di sebuah pasar yang padat pengunjung di pusat kota Baghdad dini pagi Minggu (1/1/2017).

Serangan teror ini menjadi insiden teror paling mematikan di ibu kota Negeri 1001 Malam ini dalam dua bulan terakhir.

Menurut pernyataan yang disebar oleh akun-akun para ekstrimis di media sosial, kelompok teroris ISIS menyatakan bertanggungjawab atas serangan ini.

Dalam pernyataan ini disebutkan; “Abu Nawaf al-Iraqi dan Abu Abdul Malik al-Iraqi telah melancarkan ‘serangan inghimasi’ (serangan bunuh diri) di tengah sarang kaum Rafidhah (Syiah) di kawasan Sinak di pusat kota Baghdad… menyebabkan lebih dari 100 orang Rafidhi tewas dan luka.”

Seorang perwira Irak berpangkat kolonel mengatakan kepada AFP, “Ada 27 orang tewas, dan 53 lainnya luka-luka.”  Jumlah ini dibenarkan oleh seorang petinggi Kemendagri dan sumber kedokteran.

Serangan teror terburuk sebelumnya terjadi di Baghdad pada pertengatahan Oktober lalu yang menewaskan sedikitnya 34 orang di sebuah majelis dukacita yang diselenggarakan oleh warga Syiah.

Pekan lalu, sedikitnya 23 orang juga terbunuh terkena ledakan bom mobil di sebuah pasar di distrik Gokjali di timur kota Mosul yang berhasil dibebaskan oleh pasukan Irak dari cengkraman ISIS pada Nomber lalu.

Sementara itu, Raad al-Dahlaki, anggota Dewan Tinggi Bantuan Pengungsi, dan ketua komisi imigrasi parlemen Irak, menyatakan kepada kantor berita Turki, Anadolu, bahwa jumlah pengungsi Mosul mencapai 145,000 orang sejak dimulainya operasi pembebasan kota ini oleh pasukan Irak dua setengah bulan lalu.

Mengenai kondisi pengungsi dia mengatakan bahwa mereka berada dalam keadaan yang sangat sulit, dan banyak kekurangan besar di bidang layanan kesehatan meskipun dari segi bantuan bahan makanan membaik.  (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL