saudi_missileHafar al-Batin , LiputanIslam.com – Saudi Arabia unjuk gigi. Tak tanggung-tanggung, negeri yang dulu bernama Hijaz ini menjadi negara pertama di Timur Tengah yang memamerkan rudal berkapabilitas nuklir.

Rudal balistik jarak jauh jenis DF-3 (NATO menyebutnya CSS-2) dan berbahan bakar cair itu sebenarnya dibeli dari Cina 27 tahun silam, yakni sejak tahun 1988, namun baru dipamerkan untuk pertama kali dalam sebuah parade militer Selasa (29/4/2014) di kota militer Hafar al-Batin yang merupakan kota persimpangan perbatasan Saudi, Kuwait dan Irak.

Rudal DF-3 memiliki jarak tempuh 2,650 km dan membawa muatan seberat 2,150 kg serta dapat dilengkapi dengan hulu ledak nuklir tunggal dengan daya ledak sebesar 1-3 megaton, namun tingkat akurasinya dinilai sangat rendah.

Parade yang disaksikan oleh para pejabat pertahanan dan militer Saudi dan dipimpin oleh Salman bin Abdul Aziz, Putera Mahkota dan Wakil Perdana Menteri Saudi, tersebut menandainya berakhirnya latihan militer skala besar bersandi “Pedang Abdullah”.

Parade itu juga disaksikan oleh beberapa pejabat tinggi negara sahabat Saudi termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Raheel Sharif, Raja Hamad bin Isa al-Khalifa dari Bahrain, dan Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayed.

Situs intelijen militer Israel Debkafile menyebut parade itu sarat pesan penting, termasuk kepada Amerika Serikat (AS) yang dinilai terlibat dalam kesepakatan interim nuklir dengan Iran. Dengan kata lain, Riyadh hendak menunjukkan bahwa Saudi tidak lagi bergantung pada payung nuklir AS, melainkan mencoba mengembangkan sendiri kemampuan serangan nuklir dengan bantuan Cina dan Pakistan.

Hal senada juga disebutkan oleh harian Israel The Jerussalem Post seraya mengutip komentar Tal Inbar, kepala Pusat Riset pada Institut Fisher untuk Studi Strategi Kedirgantaraan Israel.

“Kekuataan Saudi Arabia sebenarnya sudah diketahui sejak sekian tahun silam, namun hingga kemarin ini mereka baru menunjukkan rudal-rudalnya,” ujar Inbar.

Menurut Inbar, ada beberapa alasan Saudi bertindak “dramatis” dan “luar biasa” sedemikian rupa. Antara lain ialah sebagai pesan terhadap Iran yang getol melanjutkan program nuklirnya, dan sebagai pertanda kekecewaan terhadap Washington terkait negosiasi nuklir dengan Iran. (mm/alalam/thejerussalempost)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL