Beirut, LiputanIslam.com –

Drama bom kimia yang direncanakan oleh negara-negara Barat melalui para anteknya di Suriah untuk menyudutkan pemerintah Damaskus dikabarkan pindah tempat dari kota kecil Jisr al-Thughur ke kota Idlib atau kota Maarat al-Nu’man. Bersamaan dengan ini, Rusia menyerahkan data-data yang dimilikinya kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW) mengenai rencana makar tersebut.

Narasumber dari Jisr al-Thughur mengatakan kepada saluran al-Mayadeen yang berbasis di Beirut, ibu kota Lebanon, Kamis (30/8/2018), menjelaskan bahwa anasir organisasi Helm Putih (White Helmets) telah memindah barel-barel berisi bahan beracun ke sebuah gereja dan rumah sakit.

Sumber itu menjelaskan bahwa pergerakan Helm Putih dan kawanan bersenjata di Jisr al-Thughur dilakukan dalam dua bentuk; satu “kamuflase” dan yang lain “nyata.”

“Telah dilakukan pemindahan lokasi drama kimia sesuai instruksi asing setelah masalah ini terungkap pada al-Mayadeen,” katanya.

Dia kemudian menyebutkan bahwa drama itu dipindah ke kota Idlib atau ke kota Maarat al-Nu’man, dan dalam rangka ini sebanyak 64 personil Helm Putih yang 11 di antaranya perempuan telah direlokasi ke Idlib setelah dilatih.

Sementara itu,  Rusia telah menyerahkan kepada Dirjen Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW), Fernando Arias, data-data mengenai akan adanya “provokasi” dengan menggunakan zat kimia yang sedang dipersiapkan oleh kelompok-kelompok teroris di Idlib, Suriah.

Wakil Tetap Rusia untuk OPCW, Alexander Shulgin, dalam jmpa pers, Kamis (30/8/2018), mengaku berharap OPCW memperhatikan data-data itu dengan sungguh-sungguh, dan utusan Rusia dalam waktu dekat ini akan mengadakan pertemuan dengan para delegasi negara-negara anggota lain OPCW untuk mendiskusikan laporan mengenai persiapan kawanan bersenjata melancarkan isu hoax bom kimia di Idlib untuk menyalahkan pemerintah Suriah.

Seperti pernah diberitakan, Sabtu pekan lalu militer Rusia menuding kelompok-kelompok pemberontak Suriah sedang menyiapkan “provokasi” berupa serangan bom kimia di provinsi Idlib agar pemerintah Suriah dituduh bertanggungjawab dan lalu menjadi dalih bagi Barat untuk menyerang sasaran-sasaran pemerintah di Suriah.

Selasa lalu Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov kembali menuduh kelompok teroris Hayat Tahrir Sham alias Jabhat al-Nusra yang menguasai 60% wilayah provinsi Idlib “akan segera melakukan provokasi yang sangat berbahaya dengan menggunakan bahan kimia yang mengandung klorin.”

Pada April lalu Amerika Serikat (AS), Perancis, dan Inggris melancarkan serangan ke posisi-posisi pemerintah Suriah dengan dalih adanya serangan kimia di kota Douma. Rusia mengecam serangan Barat tersebut dan menyebutnya didasari alasan hoax. (mm/raialyoum/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*