mesir saber abd al-dayemKairo, LiputanIslam.com – Dosen dan Mantan Kepala Fakultas Sastra Arab Universitas al-Azhar Dr. Saber Abd al-Dayem menyatakan prihatin atas merebaknya faham takfiri di tengah masyarakat Arab dan umat Islam secara umum. Dia menyebutnya berbahaya bagi masyarakat manusia, kepentingan nasional dan hubungan internasional serta merupakan akibat dari tidak adanya pemahaman yang benar mengenai dasar-dasar serta hukum keagamaan.

“Merebaknya faham ini terjadi tak lain akibat kebodohan, ketidak tahuan dan ketidak fahaman mengenai batasan antara keimanan dan kekafiran. Penyebarnya adalah anak-anak muda yang memiliki pandangan keislaman yang dangkal dan tidak benar serta tidak dapat memahami kandungan hukum, sedangkan pemahaman yang benar hanya bisa didapat melalui pemahaman dan pengetahuan multimazhab, pendapat dan tafsiran,” ujar al-Dayem dalam wawancara yang dimuat FNA Sabtu (10/5/2014).

Dosen Universitas al-Azhar ini menambahkan bahwa faham takfiri sangat berdampak buruk pada kepentingan nasional dan hubungan internasional serta destruktif bagi komunitas masyarakat manusia karena mengarahkan manusia pada kebatilan serta menjurus pada penghalalan darah orang lain. Faham inilah yang antara lain membuat sebagian orang dengan sangat mudah berbuat aksi teror, penumpahan darah dan vandalisme.

“Di mata para penganut takfiri,” lanjut al-Dayem, “seluruh umat manusia selain mereka adalah kafir. Berdasar tinjauan subyektifnya, mereka menghukumi haram segala bentuk kerjasama dengan pemerintah, menerima gaji dari pemerintah, menyimpan dana di bank-bank, dan bahkan mengirim anak-anak ke sekolah sehingga mereka praktis mengucilkan diri dan memilih bergabung dengan kemunitas-komunitas tertentu, dan demikianlah kita melihat bagaimana kelompok-kelompok takfiri terbentuk di tengah masyarakat.”
Mengenai peranan Universitas al-Azhar dalam melawan faham takfiri, Abd al-Dayem menegaskan bahwa bangkit melawan pemikiran dan faham ini merupakan kewajiban syar’i bagi al-Azhar. Menurut dia, para pemuka agama, imam masjid, da’i dan muballig al-Azhar memikul tanggung jawab berat untuk memberikan pencerahan kepada umat dan berjuang sedapat mungkin membendung faham eksterim tersebut.
Al-Dayem juga mengingatkan bahwa peranan dunia Barat di balik eskalasi paham ini juga tidak dapat dipandang dengan sebelah mata. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL