NewYork, LiputanIslam.com – Dewan Keamanan PBB telah menggelar sidang darurat untuk membahas peristiwa unjuk rasa di Iran. Sidang ini digelar atas usulan Amerika Serikat (AS), namun Rusia, Perancis, Cina, dan sejumlah negara lain menyatakan bahwa unjuk rasa itu bukanlah ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional dan tak ada alasan untuk memaparkannya di dewan ini.

Sebelumnya, Dubes AS untuk PBB Nikki Haley mengingatkan Teheran bahwa masyarakat internasional meneropong reaksi pemerintah Iran terhadap unjuk rasa protes tersebut. Dalam sidang itu dia menyatakan bahwa apa yang terjadi di Iran merupakan eksperimen spontan menuntut penegakan HAM yang terjadi akibat “penindasan terhadap rakyat yang sudah berlangsung lama.”

Dia juga menyatakan pemerintah Iran memberikan bantuan dana kepada “rezim diktator Suriah” dan kelompok-kelompok milisi di Irak dan Yaman.

Menanggapi sikap AS, Dubes Perancis menyatakan unjuk rasa di Iran tidak mengancam keamanan dan perdamaian internasional sehingga tidak perlu dirapatkan dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB. Dia juga menekankan bahwa perubahan di Iran tidak akan terjadi karena tekanan dari luar, melainkan dari rakyat Iran sendiri.

“Kita harus menghindari upaya mengeksploitasi krisis ini untuk kepentingan pribadi karena justru akan kontrapoduktif dengan apa yang diinginkan,” katanya.

Senada dengan ini, Dubes Rusia mengatakan, “Kita prihatin atas jatuhnya korban jiwa akibat unjuk rasa yang sangat tidak damai itu. Meski demikian, biarlah Iran menangani problemanya sendiri.”

Dia juga memastikan bahwa penyelenggaraan sidang darurat itu merupakan upaya sia-sia untuk menon-aktifkan perjanjian nuklir Iran. Dia mengaku heran mengapa unjuk rasa di Iran diperdebatkan di Dewan Keamanan PBB sementara dem-demo yang terjadi di negara-negara Barat tidak demikian.

“Kami berterima kasih kepada Washington, karena pesan dan ancamannya justru telah menyatukan sentimen rakyat Iran terhadap AS,” pungkasnya, mengacu pada maraknya gelombang unjuk rasa pro-pemerintahan Iran yang jauh lebih besar dan melibatkan jutaan massa di seluruh penjuru Iran, sedangkan demo-demo protes hanya melibat ratusan hingga ribuan orang di sejumlah kota dan daerah.

Jumat kemarin demo pro-pemerintah di Iran memasuki hari kelima dengan jumlah massa yang lebih kolosal di berbagai kota dan daerah karena dilaksanakan usai shalat Jumat.  (mm/aljazeera/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL