dewan keamanan pbbNewYork, LiputanIslam.com –  Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mendukung seruan Sekjen PBB Ban Ki-moon supaya diterapkan lagi gencatan senjata di Yaman dan diselenggarakan pula perundingan damai sesegera mungkin.

Sebagaimana dilansir Alalam, Rabu (3/5), DK PBB dalam statemennya yang disetujui oleh seluruh anggota yang berjumlah 15 negara menyatakan sangat mengharapkan kesuksesan perundingan damai yang dijadwalkan pekan depan di Jenewa, Swiss.

Sebuah sumber diplomatik mengatakan bahwa jadwal baru untuk perundingan ini sudah sangat dekat. Dia memperkirakan perundingan itu akan berlangsung sekitar tanggal 10 Juni.

DK PBB juga menyatakan “mendukung seruan sekjen PBB untuk penerapan lagi gencatan senjata demi memberikan peluang bagi penyaluran bantuan kepada rakyat Yaman sesegera mungkin.”

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menegaskan bahwa perundingan damai itu harus diselenggarakan tanpa syarat.
PBB sudah pernah mencangkan perundingan damai tahap awal di Jenewa tanggal 28 Mei lalu namun gagal terlaksana.

Sebelumnya, sebanyak 53 tokoh aktivis HAM dan beberapa lembaga internasional telah melayangkan surat kepada Ban Ki-moon berisikan ungkapan rasa prihatin yang mendalam atas berlanjutnya kondisi kemanusiaan yang buruk dan tragis di Yaman akibat serangan Saudi dan sekutunya. Mereka mendesak supaya serangan brutal itu dihentikan demi memudahkan distribusi bantuan kemanusiaan kepada para korban perang di Yaman.

Houthi Sambut Baik

Kepala Komisi Revolusi Tinggi Yaman yang terafiliasi dengan gerakan Ansarullah, Mohammad Ali al-Houthi, menyatakan pihaknya siap bergabung dalam perundingan damai di Jenewa untuk meredakan krisis Yaman dibawah pengawasan PBB.

Kepada Associated Press dia mengatakan bahwa presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi sejak awal bermaksud “menyimpangkan perundingan dari jalurnyanya” dengan cara mengajukan prasyarat berupa penarikan mundur Houthi dari semua kawasan yang dikuasainya.

“Masa pengajuan prasyarat untuk menggagalkan perundingan yang menggiring bangsa Yaman kepada penyelesaian sekarang sudah berakhir,” kata Ali al-Houthi.

Dia memastikan pihaknya berprinsipkan dialog dan tidak menentang perundingan damai, namun pihak lawan tidaklah demikian.

“Mereka (koalisi pimpinan Saudi) menolak penghentian serangan udara… Pihak koalisilah yang menolak perundingan damai dan berusaha menggagalkannya,” ungkap Ali al-Houthi sembari menekankan bahwa perundingan harus dilanjutkan “dari tempat kemacetannya”.

Dia juga mengingatkan bahwa blokade udara dan laut yang diterapkan pasukan koalisi Arab telah menimbulkan krisis bahan pangan, air bersih dan obat-obatan di Yaman.

PBB mencatat sebanyak hampir 9 juta warga Yaman atau lebih dari sepertiga total jumlah penduduk negara ini sangat memerlukan bantuan kemanusiaan yang mendesak.

Seperti diketahui, Arab Saudi dan beberapa negara sekutunya melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret lalu dengan ambisi menumpas gerakan Ansarullah (Houthi) yang menjadi motor revolusi anti pemerintahan korup Yaman yang bersekutu dengan Saudi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL