NewYork, LiputanIslam.com – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyerukan kepada pasukan Khalifa Haftar, tokoh kuat di wilayah timur Libya, agar  menghentikan serangannya ke Tripoli, ibu kota Libya.

“Dewan ini meminta pasukan Tentara Nasional Libya untuk menghentikan semua gerakan militer,” kata Dubes Jerman untuk PBB, Christoph Heusgen, selaku Presiden DK PBB kepada wartawan usai sidang dewan ini, Jumat (5/4/2019), sembari mengingatkan bahwa serangan itu membahayakan stabilitas Libya.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada akhir sesi tertutup untuk membahas perkembangan situasi keamanan di Libya, DK PBB menyerukan kepada semua pasukan di Libya agar menghindari konfrontasi militer.

Sebelumnya, Dubes Perancis Francois Delater juga selaku Presiden Dewan Keamanan PBB meminta semua pihak di Libya agar menahan diri dari eskalasi.

“Ketika saya berbicara kepada Anda, pasukan Khalifa Haftar semakin dekat dan lebih dekat ke Tripoli,” katanya kepada wartawan menjelang sidang DK PBB.

Dia menambahkan, “Kami menyerukan kepada semua pihak agar menghentikan eskalasi yang akan membawa negara ini kembali kepada kekacauan.”

Di juga menegaskan dukungan kuat negaranya kepada upaya Sekjen PBB Antonio Guterres dan utusan khususnya, Ghassan Salame, untuk meredakan ketegangan situasi di Libya saat ini.

Khalifa Haftar, komandan pasukan timur Libya, Kamis lalu melancarkan operasi militer untuk merebut Tripoli, sementara pemerintahan kesepakatan nasional  bersiaga menghadapi serangan mereka.

Operasi yang mendapat kecaman luas dari dalam dan luar negeri itu dilancarkan 10 hari menjelang konferensi dialog nasional di bawah naungan PBB di kota Ghadames, Libya.

Sementara itu, Rusia menyerukan solusi politik dan mengaku tidak menyokong upaya Khalifa Haftar mengambil alih Tripoli.

Ketika ditanya apakah Rusia mendukung operasi militer pasukan Haftar, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan kepada wartawan, Jumat, bahwa Rusia memantau perkembangan situasi di Libya, namun tidak terlibat.

Peskov mengatakan, “Kami mengikuti dengan cermat situasi di Libya. Tentu saja kami menganggap bahwa hal yang paling penting adalah bahwa operasi (militer) di sana tidak mengarah pada pertumpahan darah. Situasi harus diselesaikan secara damai. “(mm/raialyoum/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*