iran rafsanjani dubes saudiTeheran, LiputanIslam.com – Ketua Dewan Kebijakan Republik Islam Iran Ayatullah Hasyemi Rafsanjani menyatakan bersedia berkunjung ke Arab Saudi, namun dengan beberapa syarat tertentu.

Syarat itu dia kemukakan meskipun dia terlihat antusias dan mesra ketika ditemui oleh Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Iran, Abdul Rahman Bin Garman al-Shahri beberapa waktu lalu. Foto adegan saling cium kening antara keduanya bahkan sempat mengundang kontroversi di tengah masyarakat Arab Teluk Persia.

“Kunjungan Ketua Dewan Kebijakan tentu bukanlah kunjungan ziarah, karena itu diperlukan terpenuhinya beberapa syarat,” ujar Rafsanjani tanpa menyebutkan apa yang syarat-syarat itu dalam wawancara dengan kantor berita Iran, IRNA, di Teheran Senin (19/5). Dalam wawancara itu dia memang ditanya kesediannya memenuhi undangan Putera Mahkota Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz.

Dubes Saudi tanggal 22 April lalu menemui Rafsanjani dan menyampaikan salam khusus dari Putera Mahkota Saudi. Kepada Rafsanjani dia mengatakan, “Anda memiliki tempat tersendiri di mata para pejabat dan rakyat Arab Saudi, dan kami menyampaikan sekali lagi undangan Putera Mahkota supaya Anda berkunjung ke Arab Saudi. Rakyat dan pemerintah Arab Saudi menantikan kedatangan Anda.”

Kemesraan antara Rafsanjani dan al-Shahri sempat mengundang kontroversi di jejaring sosial masyarakat negara-negara Arab Teluk Persia, karena di akhir pertemuan itu keduanya terpotret saling mencium kening sebagai tanda persahabatan. Foto adegan saling cium keduanya  beredar pertama kali melalui jejaring sosial Twitter. Sebagian pengguna Twitter menilai adegan itu lebih mencerminkan hubungan pribadi al-Shahri dengan Rafsanjani yang juga mantan presiden Iran.

Dalam pertemuan itu Rafsanjani mengatakan, “Perkembangan hubungan bilateral di semua level akan dapat memenuhi interes kedua negara dan mendorong negara-negara Islam lainnya untuk memperbaiki hubungan antarmereka.”

Beberapa waktu lalu juga ramai diberitakan bahwa Menteri Luar Negeri Saudi Saud al-Faisal telah mengundang sejawatnya di Iran, Mohammad Javad Zarif supaya berkunjung ke Riyadh. Dalam undangan itu al-Faisal menyatakan bahwa pemerintah Riyadh siap menyambut kedatangan Zarif kapanpun dia berkesempatan melakukan kunjungan kenegaraan ke Saudi.

Perubahan sikap Riyadh terhadap Teheran menarik perhatian publik regional dan global karena dalam empat tahun terakhir ini, terutama sejak terjadi gejolak di Suriah, hubungan kedua negara terus memburuk. Banyak kalangan menyebut perubahan itu terjadi terutama akibat kegagalan agenda-agenda Saudi di Suriah. (mm/irna/almonitor/gulfnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL