Tel Aviv, LiputanIslam.com – Konflik Palestina-Israel kian membara dan berdarah. Kali ini, menurut laporan berbagai media Timur Tengah, dua orang Israel, satu di antaranya tentara, tewas dan dua lainnya cidera dalam dua peristiwa penikaman dengan senjata tajam oleh pemuda Palestina, Senin (10/11).

Aljazeera melaporkan bahwa satu di antara dua insiden penikaman itu terjadi di sebuah stasiun kereta api di Tel Aviv dengan korban satu anggota pasukan udara Israel, sementara pelakunya adalah pemuda Palestina dari Nablus di bagian utara Tepi Barat.

Sedangkan dalam peristiwa lain, satu warga Zionis Israel juga tewas dan dua lainnya cidera ditikam oleh pemuda Palestina di sebuah permukiman Zionis di bagian selatan Tepi Barat. Dalam peristiwa ini pemuda Palestina itu kemudian gugur diterjang peluru petugas keamanan permukiman Zionis, sementara kelompok gerakan Jihad Islam Palestina menyatakan bahwa pemuda itu adalah anggotanya.

Disebutkan bahwa dalam kejadian itu pemuda Palestina tersebut turun dari mobil kemudian menyerang sekelompok warga Zionis dengan senjata tajam di gerbang permukiman Alon Shevut yang terletak di lokasi antara kota al-Khalil (Hebron) dan kota Bethlehem di bagian selatan Tepi Barat. Pemuda itu kemudian ditembak oleh petugas keamanan permukiman hingga gugur syahid.

Beberapa lama kemudian gerakan Jihad Islam menyatakan bahwa pemuda -yang menurut sumber-sumber keamanan Palestina bernama Maher al-Hashlamun- itu adalah anggotanya yang pernah ditawan lalu dibebaskan oleh Israel.

Jihad Islam menegaskan bahwa serangan itu, demikian pula serangan yang terjadi sebelumnya terhadap tentara Israel di Tel Aviv, merupakan reaksi yang wajar terhadap kejahatan pasukan pendudukan Israel di Baitul Maqdis (Jerussalem) serta kasus pembunuhan pasukan Zionis terhadap pemuda Palestina Khairudin Hamdan di desa atau distrik Kfar Kana di Israel alias wilayah pendudukan Palestina tahun 1948.

Usai penembakan terhadap pelaku penikaman, pasukan Zionis segera memblokir kawasan sekitar permukiman Alon Shevut dan mencari mobil yang sempat ditumpangi pelaku karena dia diperkirakan tidak sendirian. Selain itu, pasukan Zionis juga mengepung rumah pelaku.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, mengungkapkan kegembiraannya atas terjadinya serangan terhadap kaum penjajah Palestina tersebut.

“Operasi yang dilancarkan orang-orang Palestina di Tepi Barat dan Baitul Maqdis adalah reaksi wajar terhadap kejahatan yang dilakukan Israel secara kontinyu terhadap orang-orang Palestina, sekaligus merupakan reaksi atas agresi secara berulang-ulang terhadap Masjid al-Aqsa,” ungkap Juru Bicara Hamas Sami Abu Zuhri dalam pernyataan singkatnya, sebagaimana diberitakan situs berita Alalam.

Dia menambahkan, “Hamas mengucapkan selamat atas operasi gagah berani di jalanan negeri ini di mana yang terbaru adalah operasi di Tel Aviv dan Bethlehem. Hamas memandangnya sebagai reaksi terhadap kejahatan rezim pendudukan di al-Quds dan al-Aqsa.”

Di bagian akhir Abu Zuhri mengingatkan bahwa semua operasi itu merupakan peringatan bagi Israel sebelum terjadi ledakan situasi akibat kejahatannya, dan Hamas menyerukan supaya “operasi-operasi heroik” seperti itu dilanjutkan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL