iraq-bombingBaghdad, LiputanIslam.com – Belasan lagi nyawa tentara Irak melayang akibat berlanjutnya kekerasan di negara ini.  Di kota Garma dekat Fallujah, 65 kilometer barat Baghdad, sedikitnya 15 tentara Irak tewas akibat sebuah ledakan dan kontak senjata terbaru dengan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaidah, Sabtu (5/4).

Pejabat Irak menyebutkan, ledakan bom di provinsi Anbar itu menerjang sekelompok tentara Irak ketika sedang mencari sebuah rumah. Beberapa menit setelah ledakan, tentara Irak tiba-tiba diserang lagi dan dihujani tembakan oleh militan. Akibat dua peristiwa ini, 15 tentara Irak tewas dan 25 lainnya menderita luka-luka. Di hari yang sama, ledakan bom juga terjadi di lokasi dekat kota Baghdad merenggut nyawa tiga tentara Irak dan melukai tujuh lainnya.

Aksi teror paling mematikan mengganas di provinsi Anbar sejak militan cabang al-Qaedah eksis lagi di wilayah barat Irak ini selama sekitar dua bulan terakhir. Selain itu, kekerasan juga meningkat setelah pada Desember tahun lalu tentara Irak membongkar kamp-kamp protes anti pemerintah di kota Ramadi dengan alasan kamp-kamp itu dijadikan sarang oleh para tokoh al-Qaedah.

Berbagai kelompok militan, termasuk Negara Islam Irak dan Suriah (ISIL) berdatangan ke Irak dari wilayah Suriah dan Arab Saudi. Para pejabat Irak, termasuk Perdana Menteri Nuri Maliki, menuding Riyadh mendanai dan mempersenjatai militan dalam pertempuran dengan tentara Irak di provinsi Anbar.

Bulan lalu utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Irak Nickolay Mladenov menyatakan sejauh ini jumlah penduduk yang terpaksa mengungsi akibat merebaknya kekerasan di wilayah Anbar sudah mencapai sekitar 400,000 orang. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL