Damaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar Assad mengingatkan bahwa segala bentuk pergerakan Barat di kawasan sekitar Suriah pasti akan memperparah instabilitas Timteng.

Saat menerima kedatangan penasehat pemimpin besar Iran urusan internasional, Ali Akbar Velayati, dan rombongannya, Rabu (12/4/2018), Assad mengatakan, “Bersamaan dengan tercapainya berbagai kemenangan (tentara Suriah) di lapangan suara sebagian negara Barat meninggi dan pergerakan mereka meningkat untuk mengubah arus peristiwa. Suara dan pergerakan potensial ini tidak akan berperan apa-apa kecuali menambah instabilitas di kawasan, dan inilah yang mengancam perdamaian dan keamanan antarnegara.”

Di pihak lain, Velayati mengataka, “Dengan pengarahan langsung dari AS dan partisipasi puluhan negara,  perang sengit terhadap rakyat dan pemerintah Suriah telah dimulai tujuh tahun lalu, dan sekarang Suriah tidaklah lebih lemah dibanding tujuh tahun silam, dan AS juga tidak lebih kuat daripada 7 tahun silam.”

Dia melanjutkan bahwa rakyat, tentara, dan pemerintah Suriah kini memiliki pengalaman perang sehingga jauh lebih berkesiapan untuk menghadapi segala ancaman, sedangkan Trump di awal keterpilihannya sebagai presiden AS “telah membangkitkan keheranan dan sekarang membangkitkan olok-olok.”

“Kesolidan Suriah di salah satu perang terhebat melawan teroris serta tekad bangsa Suriah untuk menang meskipun perang ini didanai dan dipersenjatai oleh pihak asing merupakan teladan bagi setiap bangsa yang berkemungkinan terancam oleh perang serupa,” ujar Velayati.

Dia memastikan bahwa kerjasama Suriah-Iran akan efektif bagi upaya mencegah pengaruh AS dan Zionis di kawasan, dan agresi Israel terhadap Suriah ditujukan untuk meruntuhkan status Suriah selama ini sebagai salah satu mata rantai utama Poros Resistensi. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL