penembakan mobil di israelRamallah, LiputanIslam.com –  Satu warga Israel tewas dan tiga lainnya Israel menderita luka parah diterjang peluru dalam sebuah peristiwa penembakan terhadap sebuah mobil di dekat persimpangan  Shvut Rachel di selatan kota Nablus, Tepi Barat, Senin malam (29/6). Haaretz melaporkan bahwa satu warga Israel, Malakhi Moshe Rosenfeld, 26 tahu, tewas Selasa kemarin (30/6) setelah mengalami kondisi kritis dan menjalani operasi di Shaare Zedek Medical Center.

Kantor berita Palestina, Maan, sebelumnya melaporkan bahwa salah satu warga Isreal berada dalam kondisi kritis sementara dua lainnya juga menderita luka parah akibat tembakan yang berasal dari sebuah mobil yang melaju kencang kawasan permukiman Shvut Rachel di dekat desa Kiryut.

Menyusul kejadian ini, dua helikopter datang ke lokasi untuk menolong para korban. Para saksi mata mengatakan bahwa pasukan patroli Israel juga segera mendatangi lokasi serta melakukan operasi penyisiran dalam zona yang luas sambil melepaskan puluhan bom cahaya untuk menerangi zona operasi.

Menurut Haaretz, faksi Front Rakyat Pembebasan Palestina (PFLP) semula menyatakan bertanggungjawab atas penembakan tersebut, namun berbagai laporan yang ada belakangan menunjukkan bahwa organisasi Fatah al-Intifada juga menyatakan bertanggungjawab.

Fatah al-Intifada adalah sempalan faksi Fatah, dan mereka yang sebagian besar berbasis di kamp pengungsi Palestina di Suriah sehingga dinilai bukan kelompok yang berpengaruh di Tepi Barat.

Pada peristiwa lain, tentara Israel Senin lalu menyatakan pihaknya telah menangkap seorang perempuan Palestina karena telah menikam seorang tentara perempuan Israel  hingga menderita luka. Peristiwa penikaman ini terjadi di dekat lokasi yang disebut Kubah Rachel di utara Ramallah, Tepi Barat.

Sementara itu, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB, UNESCO, mengecam pencegatan tentara Israel terhadap kapal Freedom Frotilla 3 yang memuat bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza serta membawa para aktivis politik dan HAM, termasuk mantan presiden Tunisia Mohamed al-Munsif al-Marzouqi.

Sebagaimana dilaporkan al-Youm al-Sabea, UNESCO dalam statemennya menilai tindakan Israel itu sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

UNESCO meminta masyarakat internasional mendesak Israel supaya segera melepaskan dan menjamin keselamatan orang-orang yang berada dalam kapal aktivis tersebut.

Beberapa kelompok peduli Palestina yang terdiri atas para tokoh politik dan sosial Jumat lalu bergerak dengan beberapa kapal menuju Gaza dalam rangka memecah blokade Israel terhadap Gaza yang sudah berlangsung delapan tahun. Gerakan mereka itu juga ditujukan untuk menarik perhatian dan kepedulian khalayak dunia kepada nasib dan penderitaan penduduk Palestina di Jalur Gaza akibat blokade tersebut.
Pencegatan terhadap armada dari Swedia itu terjadi Senin lalu. Armada itu digiring dan ditahan Angkatan Laut Israel di pelabuhan Eshdod, Israel.

Sebuah koalisi Palestina pendukung kelompok aktivis tersebut dalam konferensi pers di Gaza menyebutkan tindakan Israel itu sebagai “aksi para perompak terhadap rombongan aktivis pro kebebasan Gaza.”

Koalisi yang terdiri atas para aktivis Palestina juga meminta pemerintah Swedia melakukan tindakan yang diperlukan untuk menjamin keamanan para aktivis Freedom Frotilla 3 serta menyelidiki kasus pencegatan tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL